31 C
Semarang
Senin, 10 Mei 2021

Rute Jalur Angkot Akan Diubah

SEMARANGDinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menyiapkan perubahan rute jalur angkutan kota (angkot) di Kota Semarang. Perubahan rute angkot tersebut akan diberlakukan seiring diberlakukannya sistem satu arah di Jalan MH Thamrin, Jalan Gajahmada dan Jalah KH Ahmad Dahlan pada Rabu (1/2) besok.

Rute jalur angkot yang berubah adalah rute Peterongan-Johar, rute Sampangan-Johar, dan rute Mangkang-Johar. Rute tersebut disiapkan untuk melintasi Jalan Gajahmada dan Jalan MH Thamrin. Sementara untuk Jalan KH Ahmad Dahlan tidak dilewati angkot.

Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Ambar Prasetyo, mengaku, saat ini pihaknya masih menggodok dan mempersiapkan mekanisme rute baru untuk angkutan umum. Namun demikian, pihaknya belum bisa mengumumkan perubahan rute tersebut.

”Mengenai mekanisme rute baru baru, akan diumumkan setelah mendapatkan persetujuan dari Organda, operator angkot, dan sesuai dengan hasil survei keinginan masyarakat,” kata Ambar kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (30/1).

Dikatakannya, pihaknya mengaku akan melibatkan Organda dan operator untuk membicarakan rute baru tersebut. Pertimbangan melintasi Jalan Gajahmada dan Jalan MH Thamrin, karena banyak perkantoran dan sekolah. Tentunya, di jalur tersebut banyak masyarakat pelanggan angkot.

”Kami pastikan, sebelum tanggal 1 Februari, rute baru angkot dan BRT sudah bisa ditetapkan,” ujarnya.

Perubahan rute angkot tersebut, lanjut Ambar, melewati proses panjang dan mengakomodasi semua kepentingan. Bukan hanya untuk kepentingan angkot, tetapi juga kepentingan transportasi masyarakat. Selain itu, juga mendukung sektor ekonomi dan pendidikan, yang berada di jalur tersebut bisa lebih berkembang. ”Semuanya akan kami akomodasi,” katanya.

Selain rute baru, lanjut Ambar, pihaknya juga mempersiapkan pelaksanaan sistem satu arah dan pemasangan rambu lalu lintas. Termasuk penyetelan traffic light.

”Misalnya rambu larangan belok kiri, larangan belok kanan, dan blok penutup jalan. Semuanya sudah kami persiapkan untuk dipasang,” ujarnya.

Ketua Organisasi Gabungan Angkutan Darat (Organda) Kota Semarang, Wasi Darono, mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima undangan dari Dishub Kota Semarang perihal rencana perubahan rute tersebut. Tetapi pada prinsipnya, pihaknya tidak mempermasalahkan perubahan rute angkot selama pertimbangannya untuk penataan yang lebih baik.

”Perubahan rute harus dibarengi dengan sosialisasi kepada masyarakat pengguna transportasi umum. Jangan sampai perubahan rute angkot malah menimbulkan kebingungan,” katanya.

DILARANG MELINTAS: Rambu larangan dipasang di ujung Jalan KH Ahmad Dahlan depan SMPN 32 Semarang. (Afiati.tsalitsati@radarsemarang.com)
DILARANG MELINTAS: Rambu larangan dipasang di ujung Jalan KH Ahmad Dahlan depan SMPN 32 Semarang. (Afiati.tsalitsati@radarsemarang.com)

Perubahan rute angkot, menurutnya, perlu penyesuaian beberapa waktu. Karena itu, sosialisasi kepada masyarakat merupakan hal yang sangat penting. ”Sosialisasi juga harus dilakukan secara tepat,” ujarnya.

Sementara itu, persiapan pemberlakuan jalan satu arah kemarin sudah tampak di lapangan. Warga di sepanjang Jalan MH Thamrin, Jalan Gajahmada dan Jalan KH Ahmad Dahlan juga telah mendapat surat edaran terkait pemberlakuan jalur satu arah tersebut.

Seperti diungkapkan Agus, warga Jalan MH Thamrin. Ia mengaku, sudah mendapatkan pemberitahuan sejak jauh-jauh hari. Dia menduga, pemberlakuan jalur searah itu sebagai langkah untuk meminimalisasi kemacetan di Jalan Pandanaran dan dekat Mal Paragon Jalan Pemuda.

”Semoga efektif untuk mengurangi tingkat kemacetan. Tapi kalo di sini (Jalan MH Thamrin) sebenarnya macetnya hanya jam-jam tertentu saja. Misalnya, pas jam pulang kantor atau ada event akhir pekan,” ungkapnya.

Budi, pedagang mi ayam mengaku khawatir jika Jalan MH Thamrin jadi satu arah dari Jalan Pemuda ke Pandanaran, justru para pengguna jalan akan mengendarai kendaraan dengan kencang. Padahal di kanan-kiri Jalan MH Thamrin banyak perkampungan warga dan penyeberang jalan.

”Dulu seingat saya juga pernah dibuat satu arah, tapi malah banyak kecelakaan, karena pengemudi mobil dan pengendara motor pada ngebut, ya dari sana (arah Paragon Jalan Pemuda, Red), jalannya lumayan besar kan susah untuk nyebrang. Sangat bahaya, belum kalau yang nyebrang anak kecil atau orang tua,” ujarnya.

Jalan KH Ahmad Dahlan, tepatnya mulai Hotel Horison sampai Kampung Kali juga akan dibuat searah. Di jalan ini terdapat Rumah Sakit Telogorejo, Sekolah Theresiana, Hotel Amaris dan sejumlah pusat layanan kesehatan dan bisnis. Di sepanjang jalan tersebut juga banyak pedagang kaki lima (PKL).

”Saya malah senang kalo dijadikan satu arah, karena jalan sini kalo sudah masuk jam besuk macet banget dan bikin repot. Kalo soal pembeli sih, saya rasa tidak akan berpengaruh. Lagian pelanggan saya kebanyakan dari rumah sakit atau pekerja Horison dan siswa Theresiana,” tutur Sugiarto, PKL di Jalan KH Ahmad Dahlan.

Kemarin, di ujung Jalan KH Ahmad Dahlan depan SMPN 32 Semarang sudah dipasang rambu larangan atau verboden. Pengguna jalan dari arah Jalan Ki Mangunsarkoro maupun Kampung Kali dilarang menuju ke Jalan KH Ahmad Dahlan.

”Saya sudah tahu soal pemberlakuan satu arah ini, saya sangat setuju karena di ujung jalan ini rawan macet, terutama pagi pas siswa berangkat sekolah dan sorenya anak-anak dan pekerja pada pulang,” kata Sri Mulyani, PKL warga Jalan Trengguli. (amu/mg26/aro/ce1)

Latest news

Related news