31 C
Semarang
Minggu, 29 November 2020

250 Mahasiswa Digembleng TNI

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

MAGELANG—Latihan kepemimpinan dan bela negara bagi mahasiswa penerima beasiswa Yayasan Karya Salemba Empat (KSE) kembali digelar. Sedikitnya, 250 mahasiswa dari 28 perguruan tinggi negeri (PTN) se-Indonesia digembleng pada Jumat (27/1) hingga Sabtu (4/2) mendatang di Akademi Militer (Akmil) Magelang.

Gubernur Akmil Mayjen TNI Arif Rahman mengatakan, bela negara bukan hanya menjalankan kewajiban sebagai WNI. Melainkan bentuk kehormatan WNI untuk mewujudkan pengabdian dan sikap rela berkorban terhadap bangsa dan negara.

Menurut Arif, bela negara merupakan salah satu kunci untuk melawan derasnya tantangan era globalisasi yang telah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan, dengan segala dampak positif maupun negatif.

“Kesadaran bela negara harus ditanamkan kepada para generasi muda sebagai wujud pengabdian kepada negara Indonesia, karena bela negara dilaksanakan untuk menumbuhkan rasa cinta Tanah Air dan memperluas wawasan kebangsaan pada setiap warga negara.”

Menyikapi kekerasan yang terjadi saat diksar Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) salah satu kampus di Yogyakarta belum lama ini, Arif menyayangkan. Menurut Arif, pendidikan dengan kekerasan, semestinya tak boleh terjadi. “Di sini (Akmil, red) memang didik keras dan disiplin. Keras harus, namun tak melukai.”

Chief Operating Officer Yayasan KSE, Hengky Poerwowidagdo menuturkan, kedisiplinan dan jiwa kepemimpinan, merupakan modal utama yang harus tertanam dalam pengembangan bakat generasi muda dalam menata kesuksesan di masa depan. (san/isk)

More articles

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...