33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Talud Sepanjang 250 M Ambrol

Aliran Air ke Sawah Warga Terhambat

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

UNGARAN– Talud saluran irigasi sepanjang 250 meter di Desa Sendang, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang ambrol. Penyebab ambrolnya talud tersebut lantaran tingginya curah hujan dalam sebulan terakhir.

Kepala Desa Sendang, Samsudin, mengatakan, talud tersebut ambrol secara bertahap sejak awal Januari 2017 lalu. Awalnya, talud yang longsor hanya beberapa meter saja. “Warga sempat memperbaiki talud dengan tumpukan ratusan karung berisi tanah,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (29/1).

Namun talud buatan warga tersebut tak bertahan lama. Sabtu (28/1) malam, talud kembali ambrol mencapai panjang 250 meter. Bahkan, akibat terkena reruntuhan talud yang longsor, saluran irigasi ke lahan pertanian warga tersumbat. Padahal saluran irigasi tersebut dimanfaatkan warga di dua kecamatan, yakni Kecamatan Bringin dan Kecamatan Bancak. “Irigasi itu satu-satunya akses untuk mengairi sawah di dua kecamatan,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat warga di dua kecamatan tersebut semakin khawatir. Sebab, jika tidak segera dilakukan perbaikan, dikhawatirkan bisa mempengaruhi hasil pertanian mereka. Apalagi jika sudah memasuki musim kemarau. Di mana satu-satunya sumber air untuk pengairan sawah hanya dari saluran irigasi tersebut. “Karena mayoritas mata pencaharian warga di dua kecamatan tersebut kan petani. Apabila tidak segera dibenahi, dikhawatirkan jika kemarau sawah petani tidak teraliri air,” katanya.

Kondisi tersebut sempat mengundang simpati dari anggota DPRD Jateng. Minggu (29/1) kemarin, rombongan dewan melihat kondisi talud yang ambrol.

Anggota Komisi D DPRD Jateng, Siti Ambar Fathonah, mengatakan, seharusnya kerusakan itu langsung menjadi perhatian Pemkab Semarang. “Jika BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Semarang belum bisa meng-cover anggaran untuk memperbaiki bencana itu, kita siap mengusulkan pada BPBD provinsi,” ujarnya.

Dikatakan Ambar, dampak tingginya curah hujan beberapa minggu terakhir menyisakan bencana di beberapa titik di Kabupaten Semarang. Karenan itu, pihaknya mengimbau warga untuk tetap berhati-hati. “Apalagi kontur di Kabupaten Semarang banyak yang berbukit. Berita tentang lonsor juga banyak, makanya warga harus hati-hati,” pesannya.

Ambar memperkirakan anggaran untuk perbaikan talud tersebut mencapai Rp 250 juta. “Tapi, warga desa berharap talud tersebut dibangun seluruhnya. Panjangnya lebih dari 250 meter. Anggarannya sekitar Rp 2,5 miliar,” katanya.

Kasi Operasi Pengairan DPU Kabupaten Semarang, Agus Suharto, mengatakan, pihaknya akan menyampaikan kondisi tersebut ke pimpinan DPU. “Akan saya sampaikan, untuk bagaimana penanganannya nanti akan kita rapatkan terlebih dahulu,” ujarnya.

Pantauan di lapangan, warga desa setempat membuat bendungan sementara dengan menggunakan karung berisi tanah. Ratusan karung berisi tanah tersebut dipasang di pinggir saluran irigasi. Karena curah hujan tinggi, saluran air agak lancar meski sedikit tersumbat oleh tumpukan reruntuhan talud yang longsor.

“Kalau tidak segera ditangani, warga di dua kecamatan akan kekurangan suplai air untuk pengairan sawah, apalagi nanti memasuki musim kemarau,” katanya. (ewb/aro)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Minta Pembangunan Pasar Mranggen Dipercepat

DEMAK-Sejumlah pedagang Pasar Mranggen yang saat ini direlokasi ke Lapangan Desa Mranggen berharap realisasi pembangunan pasat dapat dipercepat. Kendati target pembangunan baru kelar 2018. Salah seorang...

Senam dan Jalan Sehat Kampung Hebat Meriah

SEMARANG - Kegiatan Kampung Hebat yang digelar di Kelurahan Palebon Kecamatan Pedurungan berlangsung meriah. Acara yang diisi dengan kegiatan senam pagi dan jalan sehat...

Harga Kedelai Mahal

RADARSEMARANG.COM - Pekerja membungkus kacang kedelai untuk membuat tempe di sentra industri tempe Jalan Saputan, Jomblang, Kota Semarang, Senin (8/1). Harga kacang kedelai masih...

PPSM Ditantang PSIM Jogja

MAGELANG – Selepas bergulirnya Liga 2 Indonesia, PPSM Sakti Magelang masih tetap tekun berlatih serta bertanding. Bahkan, Jumat (17/11) ini, PPSM kembali menjajal kekuatan...

Dua Boys Wardah

Oleh: Dahlan Iskan Dua anak lelaki, dua tipe manusia.Sama-sama hebat. Tapi punya kelemahan masing-masing. Bu Nurhayati, ibu mereka, segera ambil kesimpulan: anak sulung dan adiknya itu...

Seluruh Kawasan Ekowisata Tak Gunakan Bungkus Kantong Plastik

Wilayah Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, telah ditetapkan sebagai Kawasan Hutan Tujuan Khusus (KHTK) dan merupakan satu-satunya hutan alam yang masih tersisa di pulau Jawa. Karena...