31 C
Semarang
Sabtu, 5 Desember 2020

Mudah Sampaikan Aspirasi, Terbantu dalam Beraktivitas

Empat Tahun Semarang Merintis Smart City

Menarik

Dorong UMKM Bangkit, BRI Kembali Gelar BRILIANPRENEUR 2020

RADARSEMARANG.COM - JAKARTA  – Bank BRI kembali menggelar pameran industri kreatif UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2020. Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian HUT Bank BRI...

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Kota Semarang menjadi salah satu kota di Indonesia yang getol menerapkan konsep smart city. Sejak 2013 atau 4  tahun lalu, Semarang merintis ”kota pintar” menyusul kota besar lain, seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya yang telah terlebih dahulu menerapkan smart city. Lantas, sejauh mana penerapan smart city di Kota Lunpia ini? Benarkah warga kota ini sudah dimudahkan dengan adanya smart city?

KONSEP kota pintar dirancang sedemikian rupa dengan penyediaan fasilitas maupun infrastruktur guna menunjang berbagai bidang kebutuhan dan kegiatan masyarakat secara efektif dan efisien. Murah, mudah dan cepat. Di antaranya, dengan memanfaatkan akses Information Technology (IT).

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, sedikitnya terdapat 146 taman di Kota Semarang, 38 di antaranya dikategorikan menjadi taman aktif dan 108 taman pasif. Terpasang setidaknya ada 2.300 titik wifi gratis yang ditempatkan di titik titik ruang publik tersebar di seluruh Kota Semarang.

Sedangkan untuk aplikasi pelayanan publik, sedikitnya saat ini memiliki 177 aplikasi, baik aplikasi berbasis Android maupun website. Misalnya, aplikasi Area Traffic Control System (ATCS) atau ATCS Lalin Semarang yang bisa di-download di Play Store. Aplikasi ini menyediakan kemudahan masyarakat untuk memantau lalu lintas secara real time. Warga bisa memantau secara langsung melalui video live streaming CCTV. ATCS juga memudahkan petugas untuk melakukan pengaturan jika terjadi kemacetan.

Adapun ketujuh titik pemasangan CCTV ATCS itu, yakni persimpangan Polda Jawa Tengah, persimpangan Sampangan, RSUP dr Kariadi, Gedung Batu, Kalibanteng, Jatingaleh, dan persimpangan Jrakah Semarang. Petugas tidak perlu datang ke lapangan untuk melakukan pengendalian lalu lintas, tetapi cukup dari perangkat yang ada di kantor Dishub, misalnya pengaturan nyala lampu merah-hijau.

Lain lagi, aplikasi ’JAGA’, diperuntukkan bagi masyarakat untuk memantau dan mencegah terjadinya korupsi serta pelayanan yang kurang maksimal, terutama di lingkup rumah sakit, puskesmas dan sekolah di Kota Semarang. Layanan ini berisi layanan informasi data terkait semua sekolah, rumah sakit dan puskesmas di Semarang. Termasuk melaporkan adanya keluhan pelayanan yang terintegrasi di Pemkot Semarang dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Di bidang pariwisata, ada aplikasi ”Wis Semar” (Wisata Semarang), yakni aplikasi berbasis Android milik Pemkot Semarang untuk memantau informasi tempat wisata di Semarang. Sedangkan penerapan teknologi di kepolisian, saat ini tersedia aplikasi ”Public Panic Button Polda JTG”. Apabila warga menjadi korban kejahatan di mana pun, warga hanya diperlukan mengetuk tombol panic button di layar aplikasi ponsel tersebut sebanyak tiga kali, kepolisian terdekat akan merespons cepat untuk melakukan upaya penanganan.

Terbaru, ambulans gratis ”Si Cepat” untuk pelayanan unit gawat darurat di Semarang. Masyarakat bisa mengakses hotline nomor 1500-132. Ambulans ”Si Cepat” akan datang ke rumah untuk menjemput. Masih banyak lagi, inovasi-inovasi fasilitas berbasis smart city yang diterapkan, seperti halnya Gedung Semarang Digital Kreatif (SDK) di Jalan Mpu Tantular Semarang.

Gedung tersebut disediakan untuk komunitas anak muda agar bisa memanfaatkan fasilitas gratis berupa akses komputer dan internet yang diberikan oleh Pemkot Semarang. Puluhan komunitas berkreasi dengan memanfaatkan fasilitas Semarang Digital Kreatif tersebut. Baik menciptakan produk-produk aplikasi baru, desain, arsitektur, kaos, dan inovasi kreatif lainnya.

Salah satu rumah pusat semua bentuk informasi di Semarang berada di Gedung Pusat Informasi Publik (PIP) atau disebut PIN Semar (Pusat Informasi Semarang) di kompleks Balai Kota Semarang. Setiap Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) menunjuk sekretarisnya sebagai pelayan informasi secara disentralisasi melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).

Kinan, siswi SMAN 3 Semarang, mengaku senang melihat Kota Semarang menerapkan smart city. Ia mengaku menjadi salah satu yang merasakan fasilitas teknologi di Semarang. ”Sangat membantu sekali, sekarang ada berbagai macam fasilitas seperti wifi gratis di sejumlah titik. Apalagi kami sebagai pelajar, wifi gratis sangat membantu,” kata siswi kelas X ini saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di Gedung PIP Semarang, kemarin.

Dikatakan Kinan, saat mengerjakan tugas, ia bersama teman-temannya bisa memanfaatkan akses wifi gratis. Bisa di taman-taman atau di titik tertentu yang tersedia wifi gratis. ”Ini memilih di Gedung PIP karena lokasinya dekat dengan sekolah saya,” ujarnya bersama, Firda.

Kinan mengaku, adanya penyediaan fasilitas wifi gratis sangat membantu pelajar. Terutama untuk mendukung pencarian data dalam mengerjakan tugas sekolah. ”Saya senang pemerintah bisa memberikan fasilitas seperti ini. Tidak semua pelajar diberikan uang untuk membeli kuota internet oleh orang tua. Sehingga wifi gratis seperti ini sangat membantu. Apalagi di sini wifi-nya kenceng, ruangan AC, dekat sekolah, kami sering ke sini,” katanya sembari mengerjakan tugas sejarah.

Sarwo, salah satu petugas di Gedung PIP mengatakan, ada banyak fasilitas umum baik untuk ruang publik maupun ruang wartawan Semarang. ”Tersedia juga studio mini atau ruang teater untuk memutar film. Misalnya bersama keluarga usai perjalanan jauh, bisa mampir di PIP Balai Kota Semarang. Bisa membawa film sendiri dalam format CD, DVD, maupun file flashdisc,” ujarnya.

Selain itu, tersedia ruang Board Learning Center (BLC) dilengkapi proyektor, untuk ruang kumpul komunitas misalnya melakukan rapat koordinasi. Ruang pusat pengaduan masyarakat terkait masalah maupun perbaikan Kota Semarang, informasi kegiatan di Kota Semarang, jadwal kegiatan wali kota, monitor kegiatan, dan lain-lain. ”Untuk ruang rapat bisa menampung kurang lebih 20 orang,” katanya.

Semua fasilitas di PIP diberikan secara gratis. Syaratnya hanya diminta mengisi buku tamu. ”Rata-rata per hari ada 250 pengunjung. Didominasi pelajar sekolah dan mahasiswa. Buka mulai pukul 07.00 hingga pukul 21.00. Kecuali hari Sabtu, buka pukul 09.00-21.00,” bebernya.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Semarang, Nana Storada, mengatakan, sebagai smart city, akses informasi kepada masyarakat harus lebih cepat, salah satunya dengan meningkatkan segi infastruktur dan pemanfaatan teknologi. ”Di segi infastruktur, seluruh jaringan OPD (organisasi perangkat daerah) telah memiliki jaringan fiber optik (FO), bahkan sampai ke tingkat kecamatan dan kelurahan yang merupakan pelayanan publik. Termasuk UPTD Pasar, UPTD Pendidikan,  sekolah, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, dan lainnya,” katanya.

Karena sudah terintegrasi dan bisa diakses, lanjut dia, pemkot memiliki data center yang sudah ter-backup secara otomatis. Contohnya, untuk bidang pendidikan, yakni penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang sudah dilakukan secara online. ”Pendaftaran sekolah, sudah bisa dilakukan online. Ada juga E-Tax untuk pembayaran pajak, dan lainnya,” jelasnya.

Nana mengungkapkan, masyarakat bisa menggunakan ruang publik lebih nyaman. Sebab, setidaknya ada 40 titik free wifi di taman yang bisa digunakan masyarakat untuk mengakses informasi, serta pemasangan 2.300 titik wifi gratis yang ditempatkan di ruang publik yang tersebar di Kota Semarang.

”Informasi bisa didapatkan masyarakat melalui portal www.semarangkota.go.id, setidaknya ada 177 aplikasi yang kita miliki termasuk aplikasi untuk mobile Android dan ios,” ungkapnya.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Tri Wibowo mengatakan, untuk mendukung smart city, dinasnya tahun ini menganggarkan pemasangan CCTV baru di beberapa tempat strategis di pusat-pusat keramaian, jalan protokol dan perbatasan kota untuk memberikan informasi arus lalu lintas. ”Anggarannya sebesar Rp 2 miliar, jadi kita bisa memantau arus lalu lintas, tingkat keramaiannya, bahkan memantau jika ada mobil yang parkir sembarangan serta menyebabkan kemacetan bisa langsung terlihat serta diantisipasi,” bebernya.

Ia menuturkan, saat ini setidaknya sudah dipasang 25 CCTV di persimpangan besar dari total 60 persimpangan yang ada di Kota Semarang. CCTV tersebut kata dia, bisa  langsung  dipantau melalui room traffic light. Selain itu rencananya dinas juga akan memasang parking meter agar tidak terjadi lagi parkir liar.

Parking meter ini akan mencontoh yang ada di Jakarta dan kota yang sudah maju lainnya, selain mengurangi kemacetan, dengan parking meter ini bisa meningkatkan pendapatan daerah. Soalnya pembayarannya tidak menggunakan cash money yang tentunya lebih akuntable dan transparan, karena menggunakan kartu yang bisa diisi ulang,” tuturnya.

Tri Wibowo menuturkan, smart city memungkinkan keterbukaan akses kepada publik. Salah satunya aplikasi pemantau kemacetan melalui CCTV dan dapat diakses via smartphone, pencari posisi armada BRT Trans Semarang, serta 149 sistem aplikasi  yang kesemuanya dimaksudkan untuk  perbaikan pelayanan publik adalah jadwal keberangkatan BRT yang bisa terpantau oleh dinas ataupun masyarakat. Adanya aplikasi tersebut, menurutnya, bisa mengurangi kemacetan lantaran masyarakat bisa menggunakan transportasi umum yang aman, nyaman dan tentunya cepat.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan, program smart city di Kota Semarang akan terus dikembangkan di berbagai bidang pelayanan menggunakan sistem digital. Menurut dia, penerapan Information Communication Technologies (ICT) sangat diperlukan di Kota Semarang. Hal itu sebagai instrumen pendukung pertukaran informasi, termasuk dalam pengawasan, aspirasi, interaksi, transparansi dan integrasi. ”Semarang memulai smart city sejak 2013 bekerja sama dengan Telkom,” katanya.

Dikatakannya, Semarang merupakan pusat perdagangan dan jasa. Sehingga memerlukan sarana pertukaran informasi yang cepat melalui smart city tersebut. Sedangkan untuk pelayanan diprioritaskan dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Ia menegaskan, pelayanan kesehatan meliputi penyederhanaan birokrasi untuk Jamkesmaskot, sehingga data lebih terintegrasi. Sedangkan dalam bidang pendidikan, penerimaan peserta didik baru (PPDB) online dan BOS online. ”Untuk meningkatkan PAD, kami gunakan E-Tax,” bebernya.

Menurutnya, kemajuan teknologi seperti saat ini, sudah semestinya bisa melakukan pengawasan secara praktis. Tidak hanya infrastruktur, maupun hasil pembangunan. Namun juga mengawasi kinerja SKPD (OPD).

”Kalau dulu orang boleh mengatakan bahwa PNS selalu mengatakan selalu siap melaksanakan tugas yang ada. ABS (asal bapak senang), namun sekarang bisa dipantau. Baik melalui pengawasan warga, maupun perangkat kelurahan untuk mengirimkan foto hasil pembangunan yang sudah dikerjakan di wilayahnya. Sehingga pengawasannya dapat secara maksimal,” katanya.

Lebih lanjut Hendi –sapaan akrabnya—mengatakan, Pemkot Semarang juga melakukan percepatan penyerapan aspirasi, dengan memanfaatkan teknologi. Kalau dulu, masyarakat hendak menyampaikan aspirasi kepada pemerintah prosedurnya sangat berbelit-belit. ”Tapi sekarang, aspirasi masyarakat bisa disampaikan melalui teknologi informasi Facebook, Twitter, dan lain-lain. Kami bisa tanggapi langsung untuk diteruskan ke SKPD terkait,” katanya.

Smart city, kata Hendi, bisa membentuk organisasi pemerintah yang transparan. Mulai dari perencanaan sampai pengelolaan keuangan yang dapat diakses secara terbuka. Jika warga ingin mengadu bisa lewat banyak jalur. Bisa lewat SMS Laporhendi ke nomor 1708 atau lewat Twitter dengan hashtag #laporhendi dan mention ke @HendrarPrihadi.

Penerapan smart city tak hanya dilakukan pemkot, DPRD Kota Semarang juga menerapkan sistem smart modern parlemen sejak awal 2016 lalu. Diberlakukannya sistem smart modern parlemen, diharapkan mampu mewujudkan keterbukaan informasi publik secara mudah, cepat dan efektif dengan memanfaatkan teknologi.

Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, mengatakan pihaknya telah menerapkan sistem smart modern parlemen sejak awal 2016. Sejauh ini, kata dia, dewan telah berusaha memanfaatkan kemajuan teknologi. ”Kami mengabdi dan memikul amanah masyarakat Kota Semarang, maka berupaya lebih meningkatkan kedekatan dengan masyarakat. Salah satunya melalui smart modern parlemen dengan memanfaatkan teknologi internet,” ujarnya.

Baik melalui media sosial, Twitter, Facebook, web, maupun Focus Group Discussion (FGD) dengan dialog langsung. ”Diharapkan, berbagai inovasi dengan memanfaatkan teknologi tersebut mampu mewujudkan bersama Pemerintah Kota Semarang, untuk menciptakan sistem terbuka dan transparan,” katanya.

Pihaknya mengakui, penerapan sistem teknologi di Kota Semarang terus ada inovasi baru. Tetapi secara teknis, sejauh ini belum maksimal. Terutama sumber daya manusia (SDM) bagi PNS maupun anggota dewan. ”Saya sendiri telah meminta agar semua anggota dewan mampu memanfaatkan teknologi internet sesuai dengan pekembangan zaman. ”Karena itu, kami terus meningkatkan kualitas SDM untuk memanfaatkan IT. PNS maupun anggota dewan tidak boleh gaptek (gagap teknologi),” tegas dia.

Bahkan, lanjut dia, pelan-pelan pejabat pemerintah maupun anggota dewan meninggalkan kertas. Sebab, perangkat teknologi saat ini seperti Android, Pad, maupun Tab, telah mempermudah tugas. ”Sistem jaringan web, telah terintegrasi dengan pihak-pihak terkait baik ke kementerian hingga kepresidenan,” katanya.

Namun demikian, terkait sumber daya manusia dalam hal kesiapan teknologi, pihaknya mengaku masih perlu ditingkatkan. ”Kami sendiri saat ini telah bekerja sama dengan akademisi, termasuk pakar IT, untuk bisa membimbing SDM agar tidak gaptek dalam memanfaatkan IT,” katanya. (amu/den/aro/ce1)

More articles

Terbaru

Dorong UMKM Bangkit, BRI Kembali Gelar BRILIANPRENEUR 2020

RADARSEMARANG.COM - JAKARTA  – Bank BRI kembali menggelar pameran industri kreatif UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2020. Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian HUT Bank BRI...

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...