33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Kendala Pemilik Ponsel Cerdas Masih Kurang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

PAKAR Information Technology (IT) Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Dr Solichul Huda MKom menilai sejauh ini Kota Semarang sudah menuju smart city. Sejumlah inovasi dan pemberian fasilitas untuk mendukung program smart city juga bermunculan. Tetapi ia melihat adanya kendala yang menyebabkan smart city ini tidak maksimal. Pertama, karena minimnya ketersediaan media, yakni ponsel cerdas, untuk akses yang dimiliki masyarakat. Kedua, infrastruktur internet yang kurang bisa menjangkau daerah terpencil atau Base Transceiver Station (BTS) kurang mampu menjangkau daerah pinggiran.

”Sehingga banyak daerah blank tanpa terjangkau sinyal internet. Dua hal itu menjadi penyebab umum proyek IT di Indonesia tidak berjalan dengan baik, termasuk di Kota Semarang,” kata Huda –sapaan akrabnya- kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (29/1).

Dikatakannya, berbicara smart city adalah mengoptimalkan sumber daya, sarana prasarana yang dimiliki oleh pemerintah kota menggunakan teknologi informasi. Sehingga bisa memberikan layanan maksimal kepada masyarakat.

Untuk mencapainya, perlu rancangan dan langkah terstruktur. Mulai dari media yang harus dimiliki masyarakat (handphone), hingga sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki oleh pemerintah. ”Smart city tanpa mempertimbangkan sumber daya yang dimiliki masyarakat pada akhirnya layanan hanya dirasakan oleh kalangan tertentu,” ujarnya.

Misalnya, fasilitas layanan aplikasi berbasis Android. Layanan tersebut hanya bisa diakses oleh handphone dengan spesifikasi tertentu. Termasuk layanan ambulans gratis. Karena itu, kepemilikan handphone juga perlu menjadi perhatian pemerintah dalam meluncurkan smart city.

Dikatakannya, masalah akan muncul jika sistem informasi yang ada hanya bisa diakses dengan spesifikasi tertentu. Akibatnya, program tersebut pasti tidak dapat berjalan efektif.

”Kota Semarang sudah menuju smart city. Namun masih perlu usaha keras untuk menjadi smart city seperti Kota Seoul Korea atau Tokyo Jepang. Tetapi beberapa fitur sistem informasi yang sudah ada, misalnya tempat pariwisata, pendidikan atau kesehatan belum bisa diakses dengan menggunakan semua jenis handphone,” katanya.

Kalau Pemkot Semarang mau mengikuti Kota Seoul, pemerintah di sana membagikan handphone pintar bekas kepada masyarakat. Termasuk masyarakat yang ganti handphone baru, biasanya mendonasikan handphone pintar bekas kepada orang lain yang belum memiliki akses.

”Donasi seperti ini membuat IT yang mereka gunakan bisa bermanfaat. Teknologi informasi dibuat untuk membuat hidup semakin sejahtera. Karena itu, efek dari smart city ini sebagian besar efeknya positif,” ujarnya.

Contohnya, lanjut dia, jika nanti puluhan ribu CCTV dipasang di jalan, masyarakat pasti merasa lebih aman. Pemakai jalan menjadi tertib, pertolongan atau tindakan juga lebih cepat diberikan seandainya terjadi sesuatu di jalan raya. Namun begitu, efek negatif juga ada. Semakin banyak area internet gratis, maka pengawasan terhadap penyalahgunaan internet perlu ditingkatkan. ”Selain itu, cyber crime muncul akibat penggunaan internet oleh masyarakat luas,” beber dia.

Menurutnya, fitur-fitur yang disediakan oleh Pemkot Semarang saat ini masih perlu banyak pembenahan. Sehingga smart city bisa maksimal. Mulai pelayanan kesehatan, pariwisata, keamanan, dan perizinan masih perlu ditingkatkan.

CCTV yang tersedia di ruang publik saat ini juga belum sebanding dengan luas area Kota Semarang. Termasuk ketersediaan bandwidth internet untuk akses tanpa lelet masih sangat kurang. (amu/aro/ce1)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Terseret 50 Meter Sebelum Terlindas

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Peristiwa tabrak lari terjadi di Jalan Arteri Kaliwungu, tepatnya di wilayah Desa Mororejo, sebelum jembatan. Seorang pemotor tewas setelah masuk ke kolong truk...

Pemkab Pekalongan Berhasil Pertahankan Opini WTP

KAJEN-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan kembali berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia. Predikat WTP atas Laporan Hasil...

Istri Sulit Puas?

Tanya dr Andi: Dok bagaimana cara agar saya bisa mendapatkan kepuasan dalam hubungan suami istri? Selama ini saya banyak diam saja dan tidak menuntut dari...

Jual Beli Rusunawa Marak

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Praktik jual beli rumah susun sewa (rusunawa) masih terjadi di Kota Semarang. Kabarnya, satu unit rusunawa dijual mulai Rp 7 juta hingga Rp...

Ratusan Penghafal Alquran Ikuti MTQ

MUNGKID - Pemkab Magelang kembali menggelar Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Pelajar XXXII, Musabaqoh Hifdz Al Qur’an (MHQ) Pesantren XIV dan Seleksi Tilawail Qur’an (STQ)...

Bina Bakat Pelajar Melalui Pekstra

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pekan SMA Kesatrain 2 (Pekstra) 2018 yang berlangsung di halaman sekolah selama 15 hari, dimulai pada Minggu (28/1) sampai 11 Februari,...