33 C
Semarang
Rabu, 21 Oktober 2020

Ekspor Jateng Tumbuh Lambat

Banyak Potensi Ekspor Tak Tergarap

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG –  Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat, nilai ekspor Jawa Tengah mengalami peningkatan 8,2 persen. Yaitu dari 483,89 juta US Dollar pada November menjadi 523,58 juta US Dollar pada Desember.

Kepala BPS Jawa Tengah, Margo Yuwono mengatakan, eskpor Jawa Tengah mengalami kenaikan, baik bila dibandingkan bulan per bulan, maupun secara kumulatif dari Januari – Desember 2016 dengan Januari – Desember 2015 yang mengalami peningkatan 0,27 persen. “Tapi sayang peningkatan masih tipis. Padahal, ekspor kalau bisa meningkat tajam dari tahun sebelumnya. Karena hal ini merupakan indikator kemampuan daya saing produk kita di luar,” tandasnya, kemarin.

Menurutnya, negara-negara yang semula masuk kategori berkembang kemudian menjadi negara maju, karena mereka mampu membuka keran ekspor hingga meningkat tajam. Salah satu upayanya dengan mempelajari kebutuhan barang-barang negara lain untuk diproduksi dan dipasarkan. Kedua variasi produk yang perlu ditambah. Saat ini, untuk ekspor, Jawa Tengah masih mengandalkan produk dari kayu, tekstil dan barang-barang dari plastik. “Harusnya kita yakin bahwa dengan kemampuan dan potensi Jawa Tengah kita mampu mengekspor kebutuhan lain selain tiga itu,” ungkapnya.

Namun begitu, untuk negara tujuan ekspor, Jawa Tengah mengalami perbaikan. Dari yang semula 5 negara menjadi 6 negara utama. Yaitu USA, Tiongkok, Jerman, Jepang dan Malaysia ditambah Korea Selatan. “Korea Selatan baru-baru ini menjadi salah satu negara tujuan ekspor utama. Namun komoditasnya masih seputar tekstil dan barang-barang kayu,” jelasnya.

Margo berharap, sebagai provinsi yang cukup kuat di sektor pertanian, Jawa Tengah seharusnya lebih mampu menciptakan industri-industri yang berbasis produk-produk pertanian yang sering disebut sebagai agro industri. “Potensi pertanian kita tinggi. Komoditasnya bisa dikembangkan menjadi produk-produk industri untuk kemudian diekspor. Sehingga komoditas ekspor kita lebih variatif,” ujarnya.

Konsumen Optimistis

Sementara, Bank Indonesia (BI) melapaorkan, hasil survei pada 700 responden rumah tangga di Jawa Tengah pada bulan Desember, menunjukkan keyakinan konsumen yang sedikit melemah dari periode sebelumnya, saat ini berada pada level optimis.

Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra mengatakan, hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan Desember yang tercatat sebesar 12,51 atau menurun 7,5 poin dari bulan sebelumnya.  “Meski begitu, IKK Desember 2016 meningkat 0,9 poin dibanding dengan periode yang sama sebelumnya sebesar 124,3,” paparnya, kemarin.

Konsumen, lanjutnya, memperkirakan kenaikan harga akan terjadi pada Maret 2017. Hal ini terindikasi dari Indeks Ekspektasi Harga (IEH) 3 bulan mendatang yang tercatat lebih tinggi 0,5 poin menjadi 172,2.  “Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan yang meningkat 2,3 poin serta kelompok perumahan, listrik, gas dan bahan bakar juga meningkat 1,0 poin dibandingkan periode sebelumnya,” ujarnya. (dna/smu)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...