31 C
Semarang
Jumat, 7 Mei 2021

Pembangunan Lanjutan Butuh Rp 1,5 M

WONOSOBO – Kegelisahan pedagang mengenai kepastian pembangunan Pasar Selomerto, terjawab. Rencananya pasar akan dibangun pada 2018. Saat ini tengah menunggu proses lelang oleh ULP. Kepastian itu disampaikan oleh Kasi Pendaftaran dan Pendataan Dinas Perdagangan Koperasi UKM Wonosobo, Sigit Adi. Menurutnya anggaran senilai Rp 1,5 miliar sudah tersedia. “Sama dengan pasar induk, pembangunan Pasar Selomerto juga tinggal nunggu lelang,” katanya.

Ia memastikan, anggaran Rp 1,5 miliar itu diaplikasikan sesuai dengan rancangan awal. Tidak ada perubahan. Anggaran Rp 1,5 miliar itu, digunakan untuk membuat pagar keliling, jalan melingkar dan los tambahan di belakang pasar baru.

Ia membeberkan, kewenangan mengenai pembangunan pasar kini telah kembali menjadi kewenangan Dinas Pedagangan. Kendati demikian, ia bersama jajaran lain butuh waktu untuk mengatahui seluk beluk pasar agar ke depan tidak salah langkah.

Sebelumnya, Camat Selomerto Supratman mengatakan, setelah diberlakukannya SOTK baru, leading sector perencanaan, pembangunan dan penataan pasar menjadi bidangnya Dinas Perdagangan.

Menurutnya, untuk membangun Pasar Selomerto hingga selesai dan bersesuaian desain awal membutuhkan anggaran sebesar Rp 2,2 miliar. “Tahun 2015 dengan set-plan gambar dan RAB butuh dana Rp 3,9 miliar. Karena SOTK (lama) dinas perdagangan jadi kantor. Dana yang bisa dipakai hanya Rp 1,7 miliar. Kalau mau dibangun sesuai gambar ya kurang Rp 2,2 m,” paparnya.

Dijabarkan, anggaran Rp 3,9 miliar itu, semula untuk membangun pasar baru, membangun ruang terbuka hijau bertuliskan ‘Tumenggung Jogonegoro Kecamatan Selomerto’. Kemudian untuk menata pasar dengan kelengkapan jalan lingkar samping kiri kanan pasar, tempat bongkar muat, ruang parkir di sebelah selatan pasar baru. Sementara di bagian depan, dibangun ragam los kuliner.

“Katanya mau buat pasar percontohan. Desain modern. Nyaman dan menyejahterakan warga. Satu paling penting dengan dibangunnya pasar nanti tak ada lagi parkir liar di badan jalan nasional,” tandasnya.

Mengetahui, anggaran daerah saat ini terforsir untuk pembangunan pasar induk pihaknya tidak memaksakan kehendak supaya Pasar Selomerto segera dibangun. Menurutnya pembangunan pasar induk lebih penting diutamakan. Selain itu, informasi terkait bangunan Pasar Selomerto yang kerap digunakan untuk berbuat tak senonoh, pihaknya mengklaim hal itu tak pernah terjadi lagi. Sebab sudah ada patroli malam oleh pihak berwajib.

“Awal-awal saya dengar seperti itu. Sekarang sudah tidak ada keluhan warga lagi dengan dilakukannya patroli malam,” pungkasnya. (cr2/lis)

Latest news

Related news