33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Kritik Pedas Tak Selesaikan Masalah

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Bermodal ilmu hukum dan pengalaman yang ia miliki, Yovita Indrayati, ingin memberikan sumbangsih dalam pembuatan kebijakan pemerintah maupun perusahaan. Dosen Fakultas Hukum dan Magister Hukum Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) ini ingin produk hukum atau regulasi yang dikeluarkan berpihak pada masyarakat.

Perhatiannya kepada masyarakat sudah ia curahkan sejak masih muda. Terlebih dalam memberikan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada masyarakat. ”Dulu masih muda meledak ledak. Kalau ngomong selalu bikin telinga merah. Tapi setting waktu mempengaruhi pola pikir saya,” ujar praktisi hukum lingkungan ini.

Semakin ke sini, Yovita memiliki pola pikir bahwa untuk membantu masyarkat, ia harus masuk secara langsung ke dalam sistem yang ada. Tidak hanya memberikan kritik dan komentar pedas, tapi harus turut serta memberikan sumbangsih dalam pembuatan kebijakan.

”Cara membantu masyarakat harus masuk dalam sistem Pemerintah. Dengan ilmu saya, saya harus membantu dengan memberikan masukan-masukan agar tercipta kebijakan yang berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.

Saat ini dirinya menjadi konsultan dalam penyusunan kajian dan regulasi di Pemerintahan (Pemerintah Daerah dan Kementerian) dan Perusahaan. Dengan ilmu yang ia miliki, diharapkan bisa tercipta kebijakan yang berpihak pada masyarakat. ”Pertama kali dulu saya membantu menyusun regulasi lingkungan hidup di Kota Semarang,” ceritanya.

Ia sadar, menjadi pejabat publik tidaklah mudah. Terlalu banyak persoalan yang harus diselesaikan. Dengan hanya memberikan kritikan pedas, menurutnya tidak akan dapat membantu menyelesaikan persoalan.

”Yang saya miliki sekarang bukan untuk mengkritik mereka. Tapi untuk membantu menyusun regulasi. Sekarang, untuk membantu masyarakat tidak melulu harus jadi oposisi pemerintah,” ujar wanita yang juga sering menjadi narasumber dan fasilitator dalam penyusunan Regulasi dan Kebijakan, terutama di bidang Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana yang diselenggarakan oleh NGO (antara lain Mercy Corps, Yayasan Sheep Indonesia, LBH, ini.

Hingga kini, Yovita masih aktif bersama teman-teman di NGO tersebut. Dapat membantu membuat produk hukum dalam penanggulangan bencana di daerah juga menjadi kebahagiaan tersendiri bagi dirinya. Pasalnya, ia dapat bekerja dengan hal-hal yang dekat dengan masyarakat. ”Saya terbuka. Tuhan menganugerahkan talenta ke saya gratis. Saya harus membantu yang membutuhkan dengan ikhlas pula,” tandasnya. (sigit adrianto/zal)

Berita sebelumyaNasi Bekrem Paling Dicari
Berita berikutnyaBahagia Itu Sederhana

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Diterjang Banjir, Tanggul Sungai Torong Jebol

UNGARAN–Tingginya curah hujan yang mengguyur Kabupaten Semarang mengakibatkan tanggul Sungai Torong di Dusun Demakan, Kecamatan Banyubiru jebol hingga 10 meter, Minggu malam (28/5) kemarin....

342 Atlet Ikut Ambil Bagian

RADARSEMARANG.COM, GROBOGAN - Sebanyak 342 pebulu tangkis siap tampil di ajang Djarum Foundation Kejurkab Bulutangkis Gorobogan 2018. Kejuaraan akan berlangsung hingga Minggu, 29 Juli...

Tarif Ijazah SMA Rp 150 Juta, Sarjana Rp 200 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Tiga pelaku sindikat penipuan dengan modus menjanjikan masuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) diringkus aparat Polrestabes Semarang. Sebelum ditangkap, pelaku telah...

Berharap April Start Kompetisi

SEMARANG – Tim PSIS Semarang masih dipusingkan dengan ketidakjelasan jadwal kompetisi Divisi Utama 2017. PSSI maupun operator kompetisi belum memberikan tanda-tanda kapan kompetisi diputar. Padahal...

BTS 4G Makin Merata

SEMARANG–Telkomsel melanjutkan pembangunan layanan 4G LTE secara agresif ke berbagai wilayah di Indonesia. Setelah Sumatera, kini layanan 4G LTE Telkomsel telah hadir melayani masyarakat...

Pemain Pelapis Belum Memuaskan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS sukses meraih hasil positif dalam laga uji coba versus Persiba Balikpapan di Stadion Moch Soebroto Magelang kemarin. Tim berjuluk Mahesa...