33 C
Semarang
Jumat, 18 September 2020

Jauhkan Anak Dari Cara Instan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Yovita dididik oleh seorang Ibu yang berprofesi sebagai guru TK dan Ayah yang berlatar belakang militer. Keduanya selalu mengajarkan nilai-nilai hidup dengan cara sesuai profesinya.

Sedari kecil ia diajarkan untuk selalu berusaha untuk mendapatkan sesuatu. Orang hidup harus berusaha. Tidak boleh bermalas malasan. Bahkan keterbatasan tidak menjadi alasan untuk bermalas-malasan.

”Dulu kami pernah tinggal di Tarakan, Kalimantan. Kami dapat tanah dan dimanfaatkan Bapak untuk menanam sayuran serta membuat 3 kolam besar. Ketika kami mau makan, kami harus mancing dulu. Ya itu, yang mau disampaikan mungkin kalau mau mendapatkan sesuatu harus berjuang terlebih dahulu,” ujarnya.

Nilai-nilai yang diajarkan orang tuanya selalu dilakukan dengan tindakan nyata. ”Artinya, jangan berharap kepada yang instan-instan,” timpalnya.

Nilai-nilai  ini pula yang kemudian diterapkan dalam mendidik anak-anaknya. Di abad modern ini, ia tidak memberikan yang diperlukan anaknya secara instan. Ia selalu mengajarkan bahwa untuk mendapatkan sesuatu haruslah lewat suatu upaya.

”Zamannya sudah berubah ya, tapi untuk nilai, saya kira masih relevan untuk diterapkan. Ketika anak saya bertanya tentang PR (pekerjaan rumah) misalnya. Saya tidak memberikan jawaban, tapi saya memberikan fasilitas kepada mereka untuk mencari. Saya kasih laptop dan wifi,” ujar ibu dari ibu dari Marsalia Nadhila Putri dan Dhimas Rafly Ananda, ini.

Yovita selalu memancing anak-anaknya untuk berusaha terlebih dahulu. Jika memang masih mendapatkan kesulitan, ia menyuruhnya untuk menempuh jalan diskusi. Baik dengan guru sekolah, maupun dengan teman yang menguasai materi. ”Saya ingin mengajarkan jangan cari enaknya saja, tapi berusaha. Karena kalau dia suka yang instan, dia akan selalu menempuh jalan pintas nantinya,” katanya.

Termasuk ketika dirinya tahu bawha anak-anaknya menginginkan sebuah tablet. Ia tidak lantas memberikan secara cuma-cuma. ”Saya bilang, kalian menabung dulu. Dari uang tabungan kalian, nanti akan mama tambah untuk membeli tablet itu,” ceritanya.

Semua yang dilakukan Yovita tentunya melalui penyesuaian dengan perkembangan zaman. Dengan karakter anak zaman sekarang yang memiliki banyak kreativitas, ia berusaha untuk menempatkan diri, selain sebagai seorang ibu juga sebagai seorang teman. Sehingga apa yang ingin ia sampaikan dapat diterima dengan baik oleh anak-anaknya. (sigit adrianto/zal)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kashoggi Sampai di Twitter Qahtani

Oleh: Dahlan Iskan Pangeran MbS pasti akan aman. Tidak mungkin jatuh. Arab Saudi bukan negara demokrasi. Yang pemimpinnya bisa mudah dijatuhkan. Dan lagi, tangan kanannya pasti...

Notaris Akui Setor Uang Pelicin

Seharusnya pemberi (uang pelicin) juga diproses. Sebab, pemberian uang oleh notaris dan PPAT, sebagian besar ada proses tawar-menawar dan kesepakatan dan ini dilakukan secara...

Menimbang Pembangunan LRT dan BRT

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Rencana pembangunan transportasi masal berbasis rel di Kota Semarang baik menggunakan Light Rapid Transit (LRT), Kereta Rel Listrik (KRL), ataupun Mass...

Aqua Dwipayana Kunjungi Leprid

RADARSEMARANG.COM - MOTIVATOR yang juga mantan wartawan Jawa Pos, Aqua Dwipayana, saat bersilaturahmi ke Kantor Lembaga Prestasi Indonesia Unia (Leprid) di Jalan Berlian V...

Raih Akreditasi Internasional

SEMARANG – Program Studi (Prodi) Magister Management (MM) Undip berhasil meraih prestasi yang membanggakan di tingkat internasional. Prestasi diraih pasca diberikan akreditasi oleh The...

Kantor Gubernur Tak Ramah Difabel

SEMARANG – Sudah menjadi rahasia umum jika sebagian besar fasilitas publik belum ramah difabel. Termasuk di kantor pemerintahan. Praktis, penyandang disabilitas mengalami kesulitan jika...