31 C
Semarang
Minggu, 9 Mei 2021

Jauhkan Anak Dari Cara Instan

Yovita dididik oleh seorang Ibu yang berprofesi sebagai guru TK dan Ayah yang berlatar belakang militer. Keduanya selalu mengajarkan nilai-nilai hidup dengan cara sesuai profesinya.

Sedari kecil ia diajarkan untuk selalu berusaha untuk mendapatkan sesuatu. Orang hidup harus berusaha. Tidak boleh bermalas malasan. Bahkan keterbatasan tidak menjadi alasan untuk bermalas-malasan.

”Dulu kami pernah tinggal di Tarakan, Kalimantan. Kami dapat tanah dan dimanfaatkan Bapak untuk menanam sayuran serta membuat 3 kolam besar. Ketika kami mau makan, kami harus mancing dulu. Ya itu, yang mau disampaikan mungkin kalau mau mendapatkan sesuatu harus berjuang terlebih dahulu,” ujarnya.

Nilai-nilai yang diajarkan orang tuanya selalu dilakukan dengan tindakan nyata. ”Artinya, jangan berharap kepada yang instan-instan,” timpalnya.

Nilai-nilai  ini pula yang kemudian diterapkan dalam mendidik anak-anaknya. Di abad modern ini, ia tidak memberikan yang diperlukan anaknya secara instan. Ia selalu mengajarkan bahwa untuk mendapatkan sesuatu haruslah lewat suatu upaya.

”Zamannya sudah berubah ya, tapi untuk nilai, saya kira masih relevan untuk diterapkan. Ketika anak saya bertanya tentang PR (pekerjaan rumah) misalnya. Saya tidak memberikan jawaban, tapi saya memberikan fasilitas kepada mereka untuk mencari. Saya kasih laptop dan wifi,” ujar ibu dari ibu dari Marsalia Nadhila Putri dan Dhimas Rafly Ananda, ini.

Yovita selalu memancing anak-anaknya untuk berusaha terlebih dahulu. Jika memang masih mendapatkan kesulitan, ia menyuruhnya untuk menempuh jalan diskusi. Baik dengan guru sekolah, maupun dengan teman yang menguasai materi. ”Saya ingin mengajarkan jangan cari enaknya saja, tapi berusaha. Karena kalau dia suka yang instan, dia akan selalu menempuh jalan pintas nantinya,” katanya.

Termasuk ketika dirinya tahu bawha anak-anaknya menginginkan sebuah tablet. Ia tidak lantas memberikan secara cuma-cuma. ”Saya bilang, kalian menabung dulu. Dari uang tabungan kalian, nanti akan mama tambah untuk membeli tablet itu,” ceritanya.

Semua yang dilakukan Yovita tentunya melalui penyesuaian dengan perkembangan zaman. Dengan karakter anak zaman sekarang yang memiliki banyak kreativitas, ia berusaha untuk menempatkan diri, selain sebagai seorang ibu juga sebagai seorang teman. Sehingga apa yang ingin ia sampaikan dapat diterima dengan baik oleh anak-anaknya. (sigit adrianto/zal)

Latest news

Related news