33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Rektor Harus Tanggung Jawab

Cegah Kekerasan dalam Kampus

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

”Sanksi yang diberikan tidak hanya kepada pelaku, pihak kampus juga harus tanggung jawab.” Muhammad Nasir, Menristek Dikti

SEMARANG – Kasus kekerasan yang masih terus terjadi di dunia perguruan tinggi mendapatkan sorotan tajam dari Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir. Pihak kampus harus berani memberikan sanksi tegas berupa pemecatan.

Hal tersebut ditegaskan Nasir saat kunjungannya ke Universitas Negeri Semarang (UNNES), Jumat (27/1) kemarin. Dicontohkan tiga pelaku kekerasan yang mengakibatkan tewasnya tiga mahasiswa dalam kegiatan pendidikan dasar (Dikasar) mahasiswa pencinta alam (Mapala) Universitas Islam Indonesia (UUI) Jogjakarta belum lama ini. ”Kalau ada pelanggaran, apalagi masuk tindak pidana harus ditindak tegas, bahkan bisa diskorsing atau dikeluarkan dari kampus. Biar kepolisian yang mengambil tindakan atas kasus pidananya,” katanya yang hadir dalam Dies Natalis UNNES ke-52.

Nasir menegaskan, kekerasan yang terjadi di lingkungan kampus sudah tidak bisa ditolelir lagi, karena mencoreng nama institusi pendidikan tinggi. ”Kami juga akan meminta pertanggungjawaban dari pihak kampus jika ditemukan lagi kasus kekerasan dalam bentuk apa pun,” tegasnya.

Dia menambahkan, pada awal 2017 ini tidak boleh lagi ditemukan adanya kasus bullying, kekerasan verbal, fisik ataupun psikologi. Sanksi yang diberikan tidak hanya kepada pelaku, pihak kampus juga harus mempertanggungjawabkan. ”Saat ini fokus sebagai universitas bagaimana meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan, bagaimana membangun universitas makin berkualitas. Bukan radikalisme ataupun kekerasan dan bullying terhadap junior,” imbuhnya.

Nasir mewajibkan semua rektor di Indonesia, baik negeri ataupun swasta untuk bisa menjaga wilayah kampus dari kekerasan dan bullying. ”Saya wajibkan semua rektor untuk turun tangan dan bertanggung jawab, pokoknya tidak boleh lagi ada kekerasan di dalam kampus,” tutupnya.

Sementara itu, Rektor UNNES Prof Fathur Rokhman memastikan di kampusnya tidak ada kasus kekerasan dan bullying terhadap junior dari senior dalam kegiatan apa pun. ”Selama ini belum ada dan tidak pernah terjadi,” katanya.

Terkait kegiatan Dies Natalis, UNNES mendapat akreditasi A Nomor 3174/SK/BAN-PT/Akred/PT/XII/206. Menurut Fathur, akreditasi adalah salah satu penanda penting dalam sejarah Universitas Berwawasan Konservasi ini. Di satu sisi capaian itu patut disyukuri dan dibanggakan. ”Akreditasi memperkuat kepercayaan publik bahwa UNNES adalah perguruan tinggi unggul. Pengakuan demikian tidak hanya bersifat institusional, tetapi juga pada individu sehingga membawa manfaat besar bagi mahasiswa dan alumni,” tandasnya. (den/zal/ce1)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Polri Dampingi Kades Kelola Dana Desa

KAJEN- Polri akan mendampingi penggunaan dana desa agar tepat sasaran dan tidak ada penyimpangan. Sabtu (18/11) kemarin, Kapolsek Bojong Polres Pekalongan, AKP I Wayan...

6.764 Botol Miras Dimusnahkan

WONOSOBO - Sebanyak 6.764 botol minuman keras (miras) berbagai merk dan sampel pupuk bersubsidi dimusnahkan oleh Kejaksaan Negeri Wonosobo. Barang yang dimusnahkan merupakan barang...

Diinjak Pendemo, Taman Jalan Pahlawan Rusak

SEMARANG - Taman di kawasan Jalan Pahlawan Semarang rusak parah akibat diinjak-injak para pendemo, Selasa (17/1) lalu. Hampir seluruh tanaman terdiri atas bunga ganyongan,...

Terkumpul Dana Rp 2 Miliar

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Magelang selama periode Januari 2017 hingga 22 Mei berhasil mengumpulkan dana zakat, infak dan sedekah...

Segera Batasi Aktivitas Perokok

MAGELANG—Perokok di Kota Magelang bakal dibatasi saat beraktivitas merokok di tempat-tempat umum. Sebab, kini Pemkot Magelang berupaya menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kawasan Bebas...

Bian Lian Ramaikan Imlek di Horison Pekalongan

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN - Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek Hotel Horison Pekalongan mengemas gala dinner yang lebih menarik. Tak hanya sekedar makan malam dan acara...