31 C
Semarang
Selasa, 11 Mei 2021

Target Outstanding Loan Pegadaian Rp 61,8 Miliar

WONOSOBO – Pada 2017 ini Pegadaian Wonosobo menargetkan, mampu meraup outstanding loan (OSL) sebesar Rp 61,8 miliar. Target ini naik 16 persen dibanding tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 51,3 miliar. Kenaikan itu, diyakini pimpinan Pegadaian Wonosobo Mugiyanto bakal terlampaui dalam setahun ke depan.

Optimistisme Mugiyanto didasarkan pada keberhasilan luncuran produk di 2016 yang mendapat respons cukup baik. Seperti tabungan emas, saat launching pihaknya hanya menargetkan 500 rekening. Namun hingga akhir tahun 2016 mampu membuka rekening baru 600 rekening.

Menariknya, tabungan emas yang secara resmi diluncurkan pada bulan Maret itu makin digandrungi nasabah. Dalam setiap minggu, dipastikannya ada nasabah baru sebanyak 5-7 orang yang ingin menabung emas.

“Buka rekeningnya sudah naik sekarang, karena sudah bukan promo lagi. Biayanya Rp 50 ribu itu sudah termasuk dapat emas senilai 00,1 gram plus bebas biaya administrasi setahun. Kenaikan buka rekening tak begitu mempengaruhi nasabah,” jelasnya.

Pegadaian terus meningkatkan kualitas layanan untuk memudahkan nasabah ketika ingin menabung. Saat ini, papar dia, buka rekening tabungan emas sudah bisa dilayani di unit pegadaian di 4 kecamatan. Yakni unit Garung, Kertek, Sapuran dan Selomerto.

Bahkan, untuk menabung emas sudah bisa melalui atm BNI dan BRI. “Produk andalan kita selain gaden masih tabungan emas. Soalnya produk pinjaman seperti Kreasi masih kalah dengan KUR, suku bunga kreasi 1 persen flat sementara KUR 9 persen per tahun,” tandasnya.

Selain dari tabungan emas, optimisme Mugiyanto muncul dari kondisi perekonomian masyarakat yang dinilai mulai membaik. Terlebih adanya program pemerintah, tax amnesty yang sangat berpengaruh. Diperkirakan, efek dari tax amnesty ini akan efektif dirasakan pertengahan tahun 2017.

“Asumsinya uang yang ada di luar ditarik untuk usaha dalam negeri. Sehingga sudah pasti akan mempengaruhi perekonomian masyarakat juga,” katanya.

Masih kata Mugiyanto, indikasi lain naiknya kesejahteraan masyarakat bisa dilihat dari banyaknya nasabah baru yang ingin menabung juga nilai yang ditabungkan. Tak hanya itu, tren barang gadai lambat laun bergeser menuju barang-barang mulia bukan barang gudang.

“Dilihat dari situ sangat kelihatan. Makanya saya sangat optimistis target OSL Rp 61,8 miliar pasti terlampaui,” jelasnya. (cr2/lis)

Latest news

Related news