31 C
Semarang
Sabtu, 15 Mei 2021

Bawakan Lagu Tentang Batik

KAJEN – Pagelaran perdana seni budaya Tutur Batik, yang diselenggarakan Pemkab Pekalongan, bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Yayasan Tutur Batik, di Pendopo Bupati Pekalongan, Kamis (26/01) malam dihadiri ribuan warga dan tamu undangan dari berbagai kota di Indonesia.

Penonton disuguhi berbagai pertunjukan seni tari batik yang menceritakan batik sebagai warisan budaya dunia. Sejak awal, penonton sudah dibuat penasaran dengan suara kentongan, yang dipukul oleh Bupati Pekalongan dan para tamu undangan. Kemudian diikuti oleh para pemusik, dengan lampu yang secara mendadak dimatikan.

Suasana sekitar Pendopo Rumah Dinas Bupati, yang dijadikan area pertunjukan mendadak gelap gulita, menjadikan penonton semakin penasaran. Saat itulah muncul puluhan penari kuda kepang, dan penari latar lainnya dengan membawa obor, yang mengikuti irama kentongan dan musik.

Pertunjukan berlangsung tanpa henti, berturut-turut ditampilkan Tarian Rakyat Pekalongan, Sepi Suwung, Daya Juang, Bedayan Antebing Qolbu, serta Tarian Sufi. Semua penampilan seni mengusung kain batik bermotif kawung. Puncak acara dengan tampilnya artis Ibu Kota, Iga Mawarni, yang menjadi bintang tamu pada acara tersebut, dan membawakan beberapa lagu tentang batik.

Sebelum Pagelaran perdana seni budaya Tutur Batik berakhir, ada acara lelang batik istimewa, karya maetro pengrajin batik Pekalongan. Inilah sesi acara yang paling ditunggu tamu undangan dari luar kota. Dengan dipandu Iga Mawarni, Batik Kawung Penganten Tebu, yakni batik yang menceritakan pertemuan dua pengantin dengan cinta sejati, adalah batik pertama yang dilelang dengan harga penawaran pertama Rp 10 juta.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah, Urip Sihabudin, langsung menawar dengan harga Rp 12,5 juta, disusul dengan pengusaha asal Jakarta, Bambang Sutejo, dengan harga Rp 15 juta. Namun batik Kawung Penganten Tebu akhirnya jatuh ke Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, dengan harga Rp 20 juta.

Berturut-turut 2 lembar kain batik Kawung Anteping Qolbu, yang dibuka dengan harga Rp 5 juta, akhirnya dimenangkan oleh Bambang Sutejo dengan nilai lelang Rp. 10 juta, sedangkan motif batik Kawung Suwung dengan nilai lelang Rp. 5 juta, akhirnya dimenangkan oleh Iga Mawarni sendiri.

Sunoto, pengraji dan desainer batik asal Desa Semut, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, mengungkapkan bahwa karya batiknya tersebut, sebelum dibuat melalui ritual dahulu, untuk mendapatkan inspirasi dan ide dalam membuat batik. (thd/ric)

Latest news

Related news