31 C
Semarang
Sabtu, 15 Mei 2021

Mirna: Dinas Tidak Mencari Solusi

KENDAL— Penanggulangan banjir di wilayah Kendal menjadi prioritas Bupati Mirna Annisa. Mengingat bencana banjir sudah melanda di sejumlah kawasan, bahkan kantor bupati juga tergenang banjir ketika hujan. Ironisnya kondisi tersebut sudah bertahun-tahun tanpa ada penanganan dari dinas terkait.

“Banjir ini sudah lama terjadi, bahkan sudah bertahun-tahun, tapi sama sekali tidak ada tindakan dari dinas terkait untuk mencari solusi atas masalah ini,” tegas Mirna, kemarin (27/1).

Orang nomor satu di Kendal itu langsung mengumpulkan dinas terkait dan mendorong segera membuat program penanggulangan banjir. “Saya minta segera dicarikan solusi. Baik jangka pendek maupun jangka panjang,” tandasnya.

Mirna berharap penanganan jangka pendek segera dilakukan agar pelayanan masyarakat tidak terganggu. Solusi jangka panjang juga tak kalah penting, mengingat kondisi Kali Kendal butuh normalisasi. “Kami juga akan minta dukungan dari pihak Pemprov Jateng dan Pemerintah Pusat agar banjir di Kendal bisa teratasi,” jelasnya.

Sementara dari aksi bersih-bersih yang dilakukan BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup, Jumat (27/1) kemarin, ditemukan banyak sampah plastik yang menyumbati saluran air juga sedimentasi yang cukup tinggi.

Pengawas Dinas Lingkungan Hidup, Ahmad Johan mengatakan, sebelumnya sudah dilakukan pengamatan saat banjir menggenangi komplek kantor bupati. “Setelah melihat titik-titik yang menjadi penyebab genangan, kemudian hari ini (kemarin) dilakukan pembersihan,” katanya.

Menurutnya, banjir yang menggenangi perkantoran bupati karena sistem drainase tidak bisa berfungsi optimal. Diketahui, dalam pembersihan kemarin, banyak ditemukan sampah dan sedimentasi tinggi.

Kasi Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup, Sugeng Setia mengatakan aksi Jumat ini difokuskan di alun-alun dan perkantoran bupati karena selama ini memang menjadi langganan banjir saat hujan.  Diharapkan dengan normalnya kembali saluran, perkantoran bupati tidak lagi digenangi banjir dan pelayanan tidak terganggu. (bud/zal)

Latest news

Related news