33 C
Semarang
Kamis, 6 Agustus 2020

Magelang Bebas Antraks, Awasi Rumah Potong

Pemkot Magelang Antisipasi Penyebaran Antraks

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

MAGELANG – Dengan menyamar ikut salat Asar berjamaah di Masjid Agung Magelang, Budiati, 37, berhasil menggasak sebuah tas milik Lia Rosita, 29, yang tengah kusuk melaksanakan ibadah pada 2 Januari 2017 lalu. Berkat rekaman kamera pengawas (CCTV) di masjid tersebut, pelaku berhasil diamankan anggota Reserse Mobil (Resmob) Kepolisian Resor Magelang Kota di rumahnya Kampung Krajan, Kelurahan Secang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

Sebelum tertangkap, ibu tiga anak ini ternyata sudah tiga kali melakukan aksi serupa di beberapa rumah ibadah umat Islam di Kabupaten Magelang. Modusnya selalu sama. Pelaku duduk di dekat target incaran sambil berpura-pura membenarkan mukena. Saat korban khusyuk menjalankan ibadah, tangan pelaku secepat kilat menyambar barang berharga milik korban.

”Begitu calon korban lengah, pelaku langsung menggasak barang bawaannya dan bergegas pergi meninggalkan masjid,” ujar Kapolres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo melalui Kasubag Humas AKP Esti Wardiani, Kamis (26/1).

Esti menjelaskan, selepas salat, korban yang kebingungan karena mendapati tasnya hilang lantas bergegas melaporkan musibah yang menimpanya ke takmir masjid. Oleh pihak takmir, warga Dusun Banyudono, Mertoyudan, Kabupaten Magelang itu dianjurkan untuk melaporkan peristiwa pencurian tersebut ke Polres Magelang Kota, yang tidak jauh dari lokasi.

Tidak berselang lama, aparat kepolisian langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Mengetahui masjid yang dilengkapi 16 unit CCTV, polisi kemudian mempelajari rekaman untuk mencari ciri-ciri pelaku. Berkat rekaman tersebut, selang sepuluh hari pascakejadian, tepatnya Kamis (12/1), pelaku berhasil dicokok di rumahnya saat memasak.

”Saat digeledah, ditemukan barang bukti milik korban yang dikuasai pelaku. Yakni tas warna cokelat, ponsel Asus Zenfone, jam tangan Swiss Army, grip warna hijau dan uang Rp 30 ribu,” ujar Esti.

Kerugian yang diderita korban sekitar Rp 2.750 ribu. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan, pelaku kini harus merasakan dinginnya ruang tahanan perempuan dan anak, Mako II Polres Magelang Kota. ”Pelaku diancam pasal 362 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan hukuman maksimal 5 tahun kurungan penjara,” tegasnya.

Budiati beralasan terpaksa mencuri lantaran terhimpit faktor ekonomi. Sebagai ibu rumah tangga dengan suami yang bekerja sebagai pedagang jajanan keliling, ia tidak mampu menghidupi ketiga anaknya. ”Tidak cukup mengandalkan nafkah suami. Keluarga kami sekarang juga tengah berbelit banyak utang,” jawab Budiati dengan mata berkaca-kaca. (cr1/ton)

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sebulan Ada 115 Janda dan Duda Baru

SALATIGA-Angka perceraian di Pengadilan Agama Salatiga cukup tinggi. Selama 2016, tercatat ada 1.457 permohonan maupun gugatan. Sementara sisa tahun sebelumnya ada 333 perkara. “Rata-rata jumlah...

Bank Jateng Bidik Rp 1,5 T DPLK

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sepanjang 2018 ini, Bank Jateng menargetkan mampu menembus Rp 1,5 triliun untuk program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Target itu terbilang...

Menengok Mbah Supini di Panti Rehabilitasi Sosial Among Jiwo

Sehari semalam di UPTD Panti Rehabilitasi Sosial Among Jiwo Dinas Sosial Kota Semarang, nenek Supini, 93, rupanya masih shock. Lansia yang diduga menjadi korban trafficking (perdagangan orang)...

Natal dan Tahun Baru, Stok Darah PMI Aman

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Petugas di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Temanggung memastikan permintaan darah dari sejumlah rumah sakit di Temanggung hingga...

Kandang Sapi Ludes Dilalap Api

SALATIGA-Akibat lalai mematikan bara api dari tungku berbahan kayu bakar usai masak, kandang sapi dan dapur milik Kumeri ludes terbakar. Warga Ngrongo, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo,...

Sita Puluhan Botol Miras

SALATIGA-Jajaran Sabhara Polres Salatiga merazia dan mengamankan puluhan botol minuman keras (miras) berbagai jenis dan merek dari sejumlah kafe di seputar Sembir, Kota Salatiga....