33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Magelang Bebas Antraks, Awasi Rumah Potong

Pemkot Magelang Antisipasi Penyebaran Antraks

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

MAGELANG – Dengan menyamar ikut salat Asar berjamaah di Masjid Agung Magelang, Budiati, 37, berhasil menggasak sebuah tas milik Lia Rosita, 29, yang tengah kusuk melaksanakan ibadah pada 2 Januari 2017 lalu. Berkat rekaman kamera pengawas (CCTV) di masjid tersebut, pelaku berhasil diamankan anggota Reserse Mobil (Resmob) Kepolisian Resor Magelang Kota di rumahnya Kampung Krajan, Kelurahan Secang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

Sebelum tertangkap, ibu tiga anak ini ternyata sudah tiga kali melakukan aksi serupa di beberapa rumah ibadah umat Islam di Kabupaten Magelang. Modusnya selalu sama. Pelaku duduk di dekat target incaran sambil berpura-pura membenarkan mukena. Saat korban khusyuk menjalankan ibadah, tangan pelaku secepat kilat menyambar barang berharga milik korban.

”Begitu calon korban lengah, pelaku langsung menggasak barang bawaannya dan bergegas pergi meninggalkan masjid,” ujar Kapolres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo melalui Kasubag Humas AKP Esti Wardiani, Kamis (26/1).

Esti menjelaskan, selepas salat, korban yang kebingungan karena mendapati tasnya hilang lantas bergegas melaporkan musibah yang menimpanya ke takmir masjid. Oleh pihak takmir, warga Dusun Banyudono, Mertoyudan, Kabupaten Magelang itu dianjurkan untuk melaporkan peristiwa pencurian tersebut ke Polres Magelang Kota, yang tidak jauh dari lokasi.

Tidak berselang lama, aparat kepolisian langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Mengetahui masjid yang dilengkapi 16 unit CCTV, polisi kemudian mempelajari rekaman untuk mencari ciri-ciri pelaku. Berkat rekaman tersebut, selang sepuluh hari pascakejadian, tepatnya Kamis (12/1), pelaku berhasil dicokok di rumahnya saat memasak.

”Saat digeledah, ditemukan barang bukti milik korban yang dikuasai pelaku. Yakni tas warna cokelat, ponsel Asus Zenfone, jam tangan Swiss Army, grip warna hijau dan uang Rp 30 ribu,” ujar Esti.

Kerugian yang diderita korban sekitar Rp 2.750 ribu. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan, pelaku kini harus merasakan dinginnya ruang tahanan perempuan dan anak, Mako II Polres Magelang Kota. ”Pelaku diancam pasal 362 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan hukuman maksimal 5 tahun kurungan penjara,” tegasnya.

Budiati beralasan terpaksa mencuri lantaran terhimpit faktor ekonomi. Sebagai ibu rumah tangga dengan suami yang bekerja sebagai pedagang jajanan keliling, ia tidak mampu menghidupi ketiga anaknya. ”Tidak cukup mengandalkan nafkah suami. Keluarga kami sekarang juga tengah berbelit banyak utang,” jawab Budiati dengan mata berkaca-kaca. (cr1/ton)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ajak Generasi Muda Cintai Tari

KEMAHIRAN menari tradisional, telah mengantarkan Mellytia Ayukristi Endriani, berkeliling ke luar negeri. Di antaranya, ke Jepang, Singapura, Malaysia, Portugal, Macau, termasuk Srilanka. Tentunya pengalaman...

Pilgub, Waspadai Politik Uang

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Praktik politik uang berkedok bantuan kegiatan keagamaan harus diwaspadai pada Pilgub Jateng 2018. “Kita akan mengawasi itu. Salah satunya melalui program Jagongan...

Meninggal di Sel Lapas

SEMARANG- Mantan hakim ad hoc Pengadilan Tipikor Semarang Asmadinata bin Ali Imron berakhir tragis. Ia meninggal di dalam jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas...

Mahathir Kembali Urus Jembatan Bengkok

Oleh: Dahlan Iskan Mahathir ke Singapura. Kemarin. Membawa dendam lama. Mungkin. Sangat mungkin. Bahkan membawa kemarahan: tidak soal, diperlihatkan atau tidak. Tidak ada kejengkelan lebih hebat...

Pers Harus Mencerdaskan dan Tangkal Berita Hoax

KENDAL - Kehadiran insan pers di Indonesia harus bisa mencerdaskan rakyat. Pers tidak hanya menyampaikan informasi, tapi harus mampu menjadi penangkal munculnya informasi bohong...

3 Pelajaran Hidup Terpatri di Hati

SEMARANG - Ribuan warga dari berbagai unsur, mulai Muspida, jajaran PNS, tokoh agama, tokoh masyarakat serta kelompok-kelompok pengajian menghadiri pengajian 40 hari meninggalnya Ibunda...