33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

Magelang Bebas Antraks, Awasi Rumah Potong

Pemkot Magelang Antisipasi Penyebaran Antraks

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

MAGELANG – Dengan menyamar ikut salat Asar berjamaah di Masjid Agung Magelang, Budiati, 37, berhasil menggasak sebuah tas milik Lia Rosita, 29, yang tengah kusuk melaksanakan ibadah pada 2 Januari 2017 lalu. Berkat rekaman kamera pengawas (CCTV) di masjid tersebut, pelaku berhasil diamankan anggota Reserse Mobil (Resmob) Kepolisian Resor Magelang Kota di rumahnya Kampung Krajan, Kelurahan Secang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

Sebelum tertangkap, ibu tiga anak ini ternyata sudah tiga kali melakukan aksi serupa di beberapa rumah ibadah umat Islam di Kabupaten Magelang. Modusnya selalu sama. Pelaku duduk di dekat target incaran sambil berpura-pura membenarkan mukena. Saat korban khusyuk menjalankan ibadah, tangan pelaku secepat kilat menyambar barang berharga milik korban.

”Begitu calon korban lengah, pelaku langsung menggasak barang bawaannya dan bergegas pergi meninggalkan masjid,” ujar Kapolres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo melalui Kasubag Humas AKP Esti Wardiani, Kamis (26/1).

Esti menjelaskan, selepas salat, korban yang kebingungan karena mendapati tasnya hilang lantas bergegas melaporkan musibah yang menimpanya ke takmir masjid. Oleh pihak takmir, warga Dusun Banyudono, Mertoyudan, Kabupaten Magelang itu dianjurkan untuk melaporkan peristiwa pencurian tersebut ke Polres Magelang Kota, yang tidak jauh dari lokasi.

Tidak berselang lama, aparat kepolisian langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Mengetahui masjid yang dilengkapi 16 unit CCTV, polisi kemudian mempelajari rekaman untuk mencari ciri-ciri pelaku. Berkat rekaman tersebut, selang sepuluh hari pascakejadian, tepatnya Kamis (12/1), pelaku berhasil dicokok di rumahnya saat memasak.

”Saat digeledah, ditemukan barang bukti milik korban yang dikuasai pelaku. Yakni tas warna cokelat, ponsel Asus Zenfone, jam tangan Swiss Army, grip warna hijau dan uang Rp 30 ribu,” ujar Esti.

Kerugian yang diderita korban sekitar Rp 2.750 ribu. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan, pelaku kini harus merasakan dinginnya ruang tahanan perempuan dan anak, Mako II Polres Magelang Kota. ”Pelaku diancam pasal 362 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan hukuman maksimal 5 tahun kurungan penjara,” tegasnya.

Budiati beralasan terpaksa mencuri lantaran terhimpit faktor ekonomi. Sebagai ibu rumah tangga dengan suami yang bekerja sebagai pedagang jajanan keliling, ia tidak mampu menghidupi ketiga anaknya. ”Tidak cukup mengandalkan nafkah suami. Keluarga kami sekarang juga tengah berbelit banyak utang,” jawab Budiati dengan mata berkaca-kaca. (cr1/ton)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Satlantas Blusukan ke Pasar

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Berbagai upaya dilakukan Satuan Lalu Lintas Polres Magelang Kota dalam mengkampanyekan tertib berlalu lintas kepada masyarakat. Jumat (6/4) kemarin Satlantas Polres Magelang Kota...

Masyarakat Tegang, Apalagi Pangdam dan Kapolda

RADARSEMARANG.COM - RASANYA lega sekali ketika mendengar Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mencabut status siaga satu. Itu berarti ketegangan akibat serangan bom di...

WNA Beli Mercuri Ilegal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Nekat membeli logam jenis Merkuri di Indonesia, warga negara asing asal Sudan, Awad Alla Khalfalla Mohamed Ahmed Farah bin Khalf Alla...

Dosen Harus Miliki Seritifikat Pendidik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kedudukan dosen sebagai tenaga profesional di jenjang pendidikan tinggi yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan harus dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Hal...

Tiga Mahasiswa UHT Bikin Obat Penyembuh Luka Ekonomis

BERAGAM inovasi di bidang kesehatan terus bermunculan dari para generasi muda. Salah satunya, inovasi yang dibuat tiga dara dari Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya....

Tim Saber Pungli Amankan Jukir Liar Stasiun Poncol

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kota Semarang mengamankan Siswanto, 44, warga Jalan Perbalan Purwosari III RT 5 RW 02 Purwosari, Semarang...