31 C
Semarang
Jumat, 14 Mei 2021

Kementerian Segel Pabrik Pengolahan Oli

UNGARAN–Kementerian Lingkungan Hidup (LH) turun ke Kabupaten Semarang menyegel paksa pabrik pengolahan oli bekas di Kelurahan Harjosari Kecamatan Bawen. pabrik tersebut dinilai melanggar aturan tentang pengelolaan limbah.

“Menindak karena masalah (pelanggaran) limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun),” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang Nurhadi Subroto, Kamis (26/1) kemarin.

Usaha yang ditutup ini adalah tempat pengelolaan limbah B3 milik PT Nusantararindu Abadi Pesona, di Jalan Soekarno Hatta Km 30, Bawen. Lokasi pabrik persis di pinggir jalan utama Semarang–Solo, di depan SPBU Harjosari Bawen.

Penindakan Kementerian LH dilakukan dengan memasang papan yang menginformasikan sanksi pembekuan usaha, di depan pagar dan pintu masuk tempat usaha. Di papan warna putih ukuran sekitar 1×1 meter tertulis penghentian sementara seluruh kegiatan berdasarkan SK.83/Menlhk – PHLK/PPSA/GKM.0/1/2017. Di papan tersebut juga termuat ancaman hukuman 1 tahun penjara dan denda 1 miliar rupiah pasal 114 UU No 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan LH.

“Bagaimana teknis pelanggarannya yang tangani kementerian, kami hanya mendampingi. Yang pasti ini (penindakan, red) baru pertama kali di Kabupaten Semarang,” ujar Nurhadi.

Nurhadi mengaku langkah tegas dari Kementerian LH ini menjadi inspirasi pihaknya untuk melakukan tindakan serupa terhadap industri yang tidak memperhatikan kondisi lingkungan dengan menaati tata kelola limbah. “Kami bisa saja melakukan pemaksaan seperti yang dilakukan Kementerian LH, tentunya jika perusahaan tetap tidak mengindahkan peringatan yang kami sampaikan,” katanya.

Sementara itu, bagi warga Harjosari, Bawen, nama PT Nusantararindu Abadi Pesona tidak begitu terkenal. Mereka juga tidak tahu saat ditanya tempat pengolahan limbah B3. Namun ketika disebut pabrik oli, mereka langsung menunjuk lokasi tempat Nusantararindu Abadi Pesona berada. “Oh pabrik oli ya, itu di depan SPBU,” kata Rahmat, 35, warga sekitar pabrik.

Meski tahu ada pabrik pengolahan oli, tapi warga tidak mengetahui secara persis aktivitas di dalam pabrik. “Hanya sering terlihat keluar masuk truk tangki,” ujarnya.

Pantauan lapangan, paska penyegelan dengan memasang papan pengumaman, tidak ada aktivitas apapun di dalam kawasan yang mirip pabrik pengelolaan oli ini. Tempat pengolahan limbah B3 ini dikelilingi pagar seng warna hijau dengan tinggi sekitar dua meter. Pintu gerbang warna biru tertutup rapat dan terkunci dari dalam. Dari lubang bekas paku yang ada di gerbang masuk, terlihat banyak sekali kendaraan bermotor, mulai roda dua, mobil pribadi dan truk tangki terparkir di halaman.

Terlihat pula dua tangki berukuran besar, mirip tangki di pabrik-pabrik pengolahan minyak, yang diduga menjadi tempat penyimpanan limbah B3. Tidak terlihat satu pun orang di dalam lokasi usaha tersebut. (ewb/ida)

Latest news

Related news