31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

Pengedar Jaringan Semarang Barat Dibekuk

SEMARANG – Dua orang yang diduga jaringan peredaran narkoba di wilayah Semarang Barat diringkus. Tersangka bernama Aprianingsih, 37, dan Sofan Agus Budi Santoso. Keduanya warga Jalan Plongkowati, Krobokan Semarang. Kaka beradik tersebut diringkus di tempat terpisah oleh aparat Polsek Semarang Barat, Kamis (26/1).

Barang bukti yang berhasil diamankan yakni satu paket sabu 1,5 gram, 1 timbangan elektronik, 1 bong alat isap sabu, 3 potong sedotan ukuran 5 cm, 6 buah kaca pipet, dan 1 buah tas plastik kecil berisi 39 bungkus plastik flip (per bungkus 10 butir dextro) total 390 butir dextro. Selain itu, 30 bungkus plastik flip, serta satu unit sepeda motor Suzuki Satria FU dan sebuah mobil Daihatsu Xenia warna putih bernopol H-9224 EW, juga turut diamankan.

Penangkapan ini bermula saat petugas mendapati informasi akan adanya transaksi narkoba di Jalan Siliwangi Semarang Barat, Kamis (26/1) sekitar pukul 11.00.

Mendapat informasi itu, petugas langsung turun ke lapangan melakukan pemantauan. Hingga akhirnya, petugas mencurigai seorang perempuan yang diduga akan melakukan transaksi narkoba jenis obat dextro. ”Kami amankan perempuan bernama Aprianingsih. Saat digeledah di rumahnya didapati alat isap sabu beserta barang bukti lain,” ungkap Kapolsek Semarang Barat Kompol Arianto Salkery di Mapolsek Semarang Barat.

Setelah berhasil menangkap Aprianingsih, petugas kemudian menggali informasi asal barang haram tersebut. Hingga akhirnya, mendapat pengakuan dari tersangka yang menyebutkan barang tersebut didapat dari Sofan Agus Budi Santoso. ”Kemudian mengarah kepada nama Sofan Agus Budi Santoso yang diduga sebagai bandar. Aprianingsih ini ternyata adik kandung dari Agus,” katanya.

Petugas pun tak menunggu waktu lama petugas langsung mencari Agus yang indekos di daerah Kembangarum Semarang Barat. Diduga, Agus  merupakan bandar pengedar narkoba wilayah Semarang Barat. ”Tersangka Agus ditangkap di kamar kosnya saat sedang tiduran, kami juga amankan barang bukti,” katanya.

Saat ini petugas tengah mengembangkan kasus tersebut. Diduga, aktivitas keduanya telah berjalan lama. ”Ini masih kami kembangkan. Petugas masih intensif menyelidik kasus ini. Barang ini didapat dari mana, pemasoknya siapa. Ini yang juga kita cari,” tegasnya. (mha/zal/ce1)

Latest news

Related news