31 C
Semarang
Selasa, 11 Mei 2021

Karena Berkelahi Tak Ada Gunanya

SEMARANG – Pimpinan parpol di Jateng sepakat untuk rutin duduk bareng membahas permasalahan yang muncul. Mereka juga berkomitmen mewujudkan Jateng yang aman, dan kondusif meski di perhelatan politik seperti pilkada mengusung pasangan calon yang berbeda-beda.

Kesepakatan tersebut muncul dalam acara Silaturahmi Parpol-parpol Jateng Jilid II yang digelar di Crowne Plaza Hotel, Rabu (25/1) malam. ”Jika semua partai bisa duduk bersama, kegaduhan yang menggoyahkan kondusivitas tidak akan terjadi,” kata Ketua DPW PKB Jateng KH Yusuf Chudlori. Pria yang akrab disapa Gus Yusuf ini mengakui, kegaduhan politik di tingkat pusat antar elite parpol, terutama terkait Pilkada DKI Jakarta, sebenarnya tidak berpengaruh di Jateng.

Menurutnya, Jateng menjadi indikator kerukunan secara nasional. ”Kalau di Jateng gaduh, di wilayah lain akan lebih gaduh. Kita menunjukkan kalau kita bisa bersama, meski sekarang sedang berkompetisi di pilkada,” paparnya pada acara yang dimoderatori Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman tersebut.

Acara yang digelar oleh PKB sebagai tuan rumah tersebut mengusung tema ”Membangun Jateng dengan Nilai-Nilai Kebangsaan”. Hadir dalam acara tersebut Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang ”Pacul” Wuryanto, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jateng Sriyanto Saputro, Ketua DPW PPP Jateng Masruhan Samsurie, dan Ketua DPD Nasdem Jateng Setyo Maharso.

Hadir pula Ketua DPW PKS Jateng Kamal Fauzi, Ketua DPD I Partai Golkar Jateng Wisnu Suhardono, Ketua DPW PAN Jateng Wahyu Kristianto, Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jateng Tety Indarti, dan Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi. Hanya pimpinan parpol dari Hanura yang absen.

Bambang Pacul yang mengajak Sekretaris DPD PDI Perjuangan Bambang Kusriyanto dan Bendahara Agustina Wilujeng berharap pertemuan ini bisa memberi kesejukan pada perhelatan pilkada 7 Februari nanti. ”Tahun ini ada pilkada di 7 kabupaten/kota di Jateng. Tahun depan ada 7 lagi ditambah pilgub. Tidak ada gunanya kita berkelahi terus. Mengapa tidak duduk bareng dan berembuk saja ?” tandasnya.

Wisnu Suhardono mengajak pimpinan parpol memberi sosialisasi di masyarakat bahwa di antara mereka tidak ada perbedaan pandangan. ”Ini bisa jadi acuan nasional. Kalau di Jateng bisa akur, mengapa di tempat lain tidak?” katanya.

Sementara Rukma Setyabudi mengajak pertemuan itu menjadi ajang deklarasi bersama untuk membendung radikalisme, intoleransi, dan maraknya ujaran kebencian. ”Mari kita jaga Jateng tetap sejuk, aman, dan damai,” tandasnya. Pertemuan tersebut adalah yang kali kedua, setelah pertemuan pertama digagas oleh PDI Perjuangan. (amh/ric/ce1)

Latest news

Related news