33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Sidang Kasus Perobekan Alquran Dijaga Ketat

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Sidang kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Andrew Handoko Putra digelar di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Rabu (25/1)kemarin. Sidang digelar dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. Terdapat 4 saksi yang diperiksa dalam persidangan kemarin. Mereka adalah Fitria Ramadhani (Fafa), Andrew Yustira (Sinyo), Hani Baraja, dan Faiz Baraja.

Dalam pemeriksaan saksi, Fafa memberikan keterangan bahwa terdakwa merobek Alquran dan buku-buku pokok ajaran Islam yang ada di dalam kopernya pada akhir Oktober 2016 lalu. Andrew datang ke rumah kos Fafa di kawasan Green Park Kamar No 1, Jalan Pakel Sumber, Solo. Namun ia tidak bertemu dengan Fafa, yang diketahui sebagai mantan pacarnya. Andrew lantas meminjam kunci untuk masuk ke kamar kos Fafa, dan melakukan perusakan.

”Dia datang ke kos, tetapi tidak bertemu dengan saya. Kemudian dia merusak yang ada di dalam koper,” ujarnya saat ditanya majelis hakim yang diketuai Nasrudin SH.

Pasca kejadian itu, oleh Sinyo, Hani Baraja, Faiz Baraja dan 3 rekan lainnya, terdakwa dibawa ke Polres Surakarta untuk dilaporkan atas perbuatannya. Hal ini, dikatakan olehnya, dilakukan untuk menghindarkan dari amuk massa yang mungkin terjadi.

”Setelah dikabari lewat pesan WA, saya menghubungi teman saya dan datang ke kos Fafa. Saat ketemu, kami tanya secara halus. Karena tidak kooperatif, kami menanyakan dengan keras. Akhirnya, dia mengaku dan meminta maaf, bahkan sampai berlutut di hadapan kami,” ujar Sinyo yang oleh Fafa dikatakan sempat menjalin hubungan dengannya sebelum mengenal Andrew Handoko Putra.

Dalam kasus ini, terdakwa Andrew diancam pidana pasal 156a huruf a atau pasal 156 KUHP tentang penistaan agama, dan subsider pasal 406 ayat (1) tentang pengerusakan barang milik orang lain.

Andrew sebelumnya dilaporkan ke Polres Surakarta atas tindakan yang telah dia lakukan. Namun pemeriksaan atas kasus ini dilimpahkan ke PN Semarang dengan alasan kerawanan atau untuk menjaga keamanan.

”Atas pemindahan sidang ini, kami merasa keberatan. Di pasal 85 KUHAP itu, pemindahan dapat dilakukan karena adanya ketidakamanan dan bencana alam. Kalau dikatakan Solo tidak aman, sama saja merendahkan orang Solo, juga aparat keamanan Kota Solo yang dinilai tidak bisa mengamankan Solo,” ujar Kalono SH, penasihat hukum Fafa, pelapor atas kasus ini.

”Sedangkan Ahok saja disidangkannya tetap di Jakarta Utara. Kok si Andrew ini mendapat perlakuan khusus, ini ada apa?” imbuhnya mempertanyakan.

Kairul Anwar SH, kuasa hukum terdakwa mengatakan, dirinya akan melihat permasalahan ini berdasarkan kondisi riilnya. Ia mengaku akan objektif dalam menangani kasus tersebut.

”Dikaitkan dengan kasus penistaan agama, sebagai muslim tentunya kami juga ikut bergerak. Tapi, harusnya persoalan ini dihadapi dengan bijak, mengingat terdakwa juga mualaf. Soalnya, saat itu dikatakan terdakwa juga masih terpengaruh minuman,” ujarnya.

Dalam sidang kemarin, polisi melakukan pengamanan khusus. Sedikitnya 60 personel kepolisian dikerahkan untuk melakukan pengamanan mulai dari material, dokumen, terdakwa, para saksi, termasuk perangkat sidang.

”Pengamanan yang dilakukan sesuai dengan standar kepolisian. Dari pra, saat sidang hingga sidang selesai,” ujar AKP R Justinus, perwira pengendali dalam pengamanan sidang kasus penistaan agama tersebut. (sga/aro/ce1)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kokola Halal Perkuat Pasar Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Produsen biskuit dan kukis asal Surabaya Kokola Halal berupaya memperkuat posisinya di pasar Semarang. Hal ini dilakukan mengingat Semarang merupakan jantung...

Janji Bekali Santri dengan Skill

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pasangan Cagub-Cawagub Jateng, Sudirman Said-Ida Fauziyah berjanji akan terus memperhatikan lembaga pendidikan Islam di Jateng. Sebab, lembaga keagamaan terutama pesantren merupakan...

ASN Diminta Tingkatkan Kinerja

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Wakil Wali Kota Salatiga Muh Haris mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Salatiga untuk meningkatkan kinerja pada 2018 mendatang....

Masa Mudik Diprediksi Rawan Bencana

SEMARANG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi pada masa mudik Lebaran nanti ada beberapa bencana seperti banjir, longsor, maupun angin puting beliung. Hal...

Harus Ada Pencatatan Yang Jelas

ADANYA ibu yang berbagi ASI kepada bayi lain harus menjadi perhatian serius. Sebab, hal itu akan memunculkan persoalan baru di kemudian hari bagi anak-anak...

Konser Oviedo Pukau Ratusan Penonton

SALATIGA - Ratusan penonton dibuat terpukau dengan penampilan unit kegiatan mahasiswa Seni Music Club (SMC) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, Senin (20/3). Konser...