33 C
Semarang
Rabu, 30 September 2020

Pelatih Penentu Kualitas Atlet

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG – Posisi pelatih memiliki peran sentral dalam peningkatan kualitas atlet. Dia berstatus sebagai pemborong, yang dalam latihan punya peran memperhatikan makan atlet, melatih fisik dan teknik atlet, serta memonitor psikologis atlet.

Hal itu disampaikan Wakil I Kabid Binpres KONI Pusat Johansyah Lubis saat memberikan materi pada Penataran Pelatih Nasional Tingkat Dasar di Hotel Pesonna Semarang, Rabu (25/1). ”Pelatih tak hanya membawa stopwatch dan peluit sebagai penampilan, namun bertugas menyusun pola latihan yang terprogram. Peran dia banyak, dan posisinya menentukan kualitas atlet,” kata dosen FIK Universitas Negeri Jakarta itu.

Di hadapan peserta penataran, peraih emas cabang pencak  silat SEA Games Manila 1991 itu membedah soal teori dan praktik kondisi  fisik umum. Di sela-sela paparannya, anggota tim Satgas Pelatnas 2017 tersebut acapkali meminta peserta maju untuk mempraktikan gerakan latihan, misalnya menstimulus kecepatan, daya tahan dan kekuatan. Sesekali dia memutarkan video bagaimana cara atlet-atlet internasional berlatih.

Dia menyebut, bahwa dalam latihan harus dilakukan secara sadar. Pelatih harus mengerti apa yang mesti dilakukan. Pola latihan yang benar yang benar adalah terprogram, sistematik dan progresif. Terpogram lebih diartikan pada kapan atlet harus mendapatkan latihan sedang, berat dan berat sekali. ”Sedangkan progresif lebih pada upaya peningkatan,” kata pelatih timnas SEA Games 1999-2005 itu.

Johansyah mengakui, bahwa menjadi pelatih di Indonesia  hanya merupakan side job atau pekerjaan sambilan. Mengingat sebagai pekerjaan nomor dua, maka fungsi kepelatihan belum optimal.

Meskipun di tengah situasi seperti ini, kata dia, minimal pelatih bisa memahami prinsip-prinsip latihan, metode latihan termasuk variabelnya. Pelatih juga  dituntut bisa mempraktikkan metode dasar latihan untuk meningkatkan kondisi fisik. Selain memberikan materi soal kondisi fisik umum, Johansyah juga menyampaikan materi soal perencanaan program latihan dasar. (bas/smu)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...