33 C
Semarang
Minggu, 25 Oktober 2020

Janjikan Emas, Ternyata Batu

Dukun Gadungan Dibekuk Polisi

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

TEMANGGUNG– Ada-ada saja ulah orang yang tidak bertanggung jawab memperoleh harta dengan cara yang tidak halal lewat menipu. Seorang dukun gadungan ditangkap Satreskrim Polres Temanggung karena mengaku bisa mendatangkan emas dan uang miliaran rupiah, namun hanya tipuan belaka. Ia adalah Triyono alias Kuthung, 41, warga Dusun Prangkon Desa Bansari Kecamatan Bulu Temanggung.

Banyak korban yang telah ditipunya. Salah satunya menimpa Samsudin, 57, seorang perangkat desa, Dusun Srimulyo, Desa Bansari Kecamatan Bansari Temanggung. Atas kepiwaian Triyono berolah kata, Samsudin termakan rayuannya. Korban akhirnya harus menanggung kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Persoalan ini bermula dari utang piutang dan berujung pada penipuan dengan kedok dukun pengganda uang. Pada 2012 lalu, Triyono meminjam uang Rp 11 juta kepada Samsudin untuk modal bisnis tembakau. Namun, karena usahanya gagal total, tersangka tidak mampu mengembalikan utang berikut bunganya.

“Dia terus mendesak untuk mengembalikan dan meminta bunganya 10 persen dari jumlah yang dipinjam. Karena bingung, makanya saya nekad melakukan penipuan dengan iming-iming menggandakan uang,” aku Triyono saat gelar perkara di Mapolres Temanggung, Rabu (25/1).

Agar modusnya berjalan, tersangka mengaku bisa menggandakan uang melalui ritual tertentu. Bahkan uang yang dipinjam akan berlipat ganda nilainya sebab diganti dengan batangan emas.

Untuk meyakinkan korban, tersangka memperlihatkan sebuah kuitansi penjualan emas yang membuktikan ia mempunyai aset emas senilai Rp 33 miliar. Sebagai pembayaran utang sekaligus bunga, tersangka menyerahkan sebuah barang dalam kardus dan dibungkus karung. Ia menyebut isi kardus tersebut adalah emas batangan.

Tapi tersangka melarang korban membuka bungkusan tersebut sebelum ada perintah dari tersangka. “Korban diberi janji bahwa uangnya bisa menjadi berlipat ganda plus mendapat emas yang didatangkan tersangka melalui perantara jin dari alam gaib,” ujar Kapolres Temanggung AKBP Wahyu Wim Hardjanto.

Utang senilai Rp 11 juta bukannya lunas, korban malah terbujuk rayuan tersangka hingga mau menyetor uang lagi. Jumlahnya hingga Rp 50 juta. Korban berharap bisa segera mendapatkan emas batangan seperti yang dijanjikan. Tapi perintah tersangka untuk membuka bungkusan tak kunjung tiba.

“Sejak tahun 2012 sampai sekarang tidak ada kode. Korban penasaran lalu korban berinisiatif membuka, ternyata isinya bukan emas melainkan batu bata,” terangnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Triyono masih menjalani proses penyidikan di Polres Temanggung. Ia juga harus mendekam dalam tahanan Mapolres Temanggung. (san/ton)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...