33 C
Semarang
Kamis, 6 Agustus 2020

Antisipasi Antraks, Perketat Periksa Ternak

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

SALATIGA – Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Salatiga perketat pengawasan dan pemeriksaan kesehatan hewan ternak warga. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran serta penularan penyakit antraks dari hewan ke manusia.

Kepala Dispertan Kota Salatiga Musta’in Suraji menjelaskan, selama ini di kota Salatiga belum pernah terjadi kasus antraks. Meski demikian, Dispertan tetap melakukan langkah antisipasi agar penyebaran bakteri antraks tidak masuk ke wilayah Salatiga.

Pihaknya telah melakukan pengawasan pada hewan ternak secara rutin. “Meski demikian, kami tetap meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi penyebaran antraks,” terang Musta’in, Rabu (25/1).

Menurut dia, masyarakat tidak perlu khawatir menyusul adanya kasus antraks di Kabupaten Kulon Progo, Joggakarta. Dispertan telah melakukan langkah pencegahan penyebaran penyakit tersebut.

Sejumlah kegiatan telah dilakukan. Diantaranya adalah memperketat distribusi dan pengawasan hewan yang akan dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Salatiga. Selain itu, juga memperketat pemeriksaan daging hewan yang dijual di sejumlah pasar di Salatiga.

“Kami terus melakukan sosialisasi secara rutin mengenai kesehatan hewan kepada para peternak. Dinas juga mengimbau para peternak untuk senantiasa menjaga kesehatan hewan peliharaannya,” tandasnya.

Kabag Humas Setda Kota Salatiga Sri Satuti mengimbau kepada masyarakat jangan asal-asalan dalam membeli daging sapi atau kambing agar tidak tidak keliru membeli daging yang tidak layak konsumsi. Pasalnya, daging yang tidak layak konsumsi seperti gelonggongan atau mengandung bakteri antraks terlihat secara kasat mata. Ciri–ciri daging yang mengandung bakteri anthrak antara lain warnanya tidak cerah dan baunya anyir atau amis. (sas/ton)

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Festival Gebyuran Bustaman

RADARSEMARANG.COM - Warga saling mengguyur dan melempar plastik berisi air serta tepung warna-warni saat mengikuti Festival Gebyuran Bustaman di Kampung Bustaman, Semarang Tengah, Minggu...

Cetak Pribadi Berkarakter dan Berprestasi

RADARSEMARANG.COM - Hj. RR Sasmiati Satya Widyastuti SH atau yang akrab dipanggil Bunda Sas, merupakan pemilik SAS (Solve All Solution) Center, sebuah sekolah pengembangan...

Hendi Lunasi Tunggakan PDAM

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Setelah berbulan-bulan menunggak hingga mengakibatkan jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal PDAM diputus, ratusan penghuni Rusunawa Kaligawe Blok A...

Reaktivasi Terkendala Review DED

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Rencana pemerintah untuk melanjutkan proyek reaktivasi jalur kereta api (KA) Kedungjati-Tuntang sampai saat ini belum bisa dilaksanakan. Proyek tersebut tersendat karena...

30 Pemuda Tawuran, Tujuh Diamankan 

SEMARANG-Diduga sebanyak 30-an pemuda terlibat tawuran, di Jalan Pandanaran, sekitar kawasan Pekunden, Minggu pagi (10/9) kemarin. Namun hanya tujuh pemuda yang berhasil diamankan petugas...

Jasa Raharja Santuni Korban Kecelakaan KA

MAGELANG–PT Jasa Raharja Perwakilan Magelang, Senin (21/8) kemarin, menyerahkan santunan kepada ahli waris korban terserempet kereta api, warga Padukuhan Pakuran RT 05 RW 03...