31 C
Semarang
Sabtu, 15 Mei 2021

Suplai Air Bersih 22 Ribu Pelanggan PDAM Terhenti

UNGARAN–Suplai air bersih kepada 22 ribu pelanggan PDAM di Kabupaten dan Kota Semarang terganggu. Hal tersebut terjadi setelah pipa transmisi di pinggir Jalan Gatot Subroto, Ungaran, tepatnya di depan sekolah terpadu Assalamah, pecah.

Pecahnya pipa transmisi tersebut lantaran tertimpa truk yang terperosok karena mengalami rem blong, Rabu (25/1) sekitar pukul 05.50 pagi. Sopir truk, Sugeng, 50, menuturkan kendaraan yang ia kemudikan melaju dari arah Ungaran menuju arah Kota Semarang. Tepat di perempatan Assalamah, truk yang ia kemudikan mengalami rem blong.

“Tiba-tiba remnya blong, langsung saya banting ke kiri dan berhenti setelah terperosok di pinggir jalan dan menimpa pipa air,” kata warga asal Tuban, Jawa Timur tersebut.

Truk bernopol L 8846 UU berangkat dari Cilacap dan menuju Tuban untuk mengirim pasir yang digunakan untuk bahan baku pembuatan semen. Karena mengalami celaka, badan truk sisi kiri miring dan terangkat, nyaris masuk sungai jika tidak tertahan pipa dan jembatan besi penyangga pipa.

Salahsatu saksimata kejadian, Syahadat, 64, menuturkan lakalantas terjadi saat kondisi jalanan masih sepi. “Pertamanya saya dengar dari rumah karena lokasi kecelakaan dekat dengan rumah saya. Seperti bunyi ban meletus, lantas saya berlari dan melihat ternyata truk terprosok,” kata warga RT 4 RW 5 Kelurahan Bandarjo tersebut.

Tak berselang lama, beberapa petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi. Kejadian tersebut juga sempat membuat kemacetan di sepanjang jalan Gatotsubroto Ungaran. Beberapa mobil derek juga berulangkali menyeret truk dari posisinya. “Namun tetap saja truk masih tidak bergerak,” lanjutnya.

Proses evakuasi truk memakan waktu lama lantaran butuh alat berat untuk mengangkat. Hingga sekitar pukul 15.00, truk masih berada di lokasi kejadian. “Tadi sempat ditarik truk lain dibantu crane tapi tetap tidak kuat. Kebetulan kami tidak ada derek berkekuatan besar sehingga menunggu bantuan dari Salatiga,” ujar Kanit Laka Satlantas Polres Semarang Ipda Mahfudi.

Santoso, petugas transmisi distribusi PDAM Tirta Moedal Kota Semarang saat di lokasi kejadian mengatakan pipa air yang pecah mengalirkan 120 liter air per detik. Pipa tersebut mengalirkan air bersih ke sekitar 20 ribu pelanggan di wilayah Semarang atas. “Suplai air mulai dari Banyumanik ke atas, seperti kawasan Banyumanik, Gedawang, Pudakpayung hingga lingkungan Kodam IV/Diponegoro, otomatis terhenti. Kami lembur perbaikan 24 jam, setelah truk bisa terangkat,” katanya.

Santoso mengaku belum bisa menghitung kerugian yang diderita PDAM lantaran masih dalam proses inventarisir. “Masih kami hitung air yang terbuang, belum lagi dengan pipanya dan biaya perbaikan. Kami masih fokus untuk mengupayakan perbaikan agar pasokan air ke pelanggan bisa cepat normal,” katanya.

Sementara itu, ditemui terpisah Direktur Utama PDAM Tirta Bumi Serasi, Kabupaten Semarang, Moch Agung Subagyo membenarkan jika pipa yang pecah merupakan milik PDAM Kota Semarang. Namun pipa yang mengalirkan air dari sumber air Kalidoh, Ungaran Barat tersebut juga menyuplai kebutuhan air bersih sebagian kecil warga Ungaran, Kabupaten Semarang. “Akibat kejadian tersebut setidaknya aliran air bersih ke sekitar 2.000 pelanggan kami, di wilayah Ungaran terhenti. Kami mohon maaf karena ini adalah accident tak terduga,” kata Agung.

Langkah awal antisipasi adalah dengan mengambilkan pasokan air bersih dari sumber lain di Desa Gogik. “Sehingga kekosongan ini tidak berlangsung lama karena langsung akan kami pasok dari sumber (air) lain. Mudah-mudahan besok (hari ini) pelanggan kami di Ungaran sudah bisa tersuplai,” katanya.

Agung belum bisa memastikan waktu perbaikan mengingat pipa tersebut milik PDAM Kota Semarang. Hanya dari estimasi perhitungan teknik, setidaknya butuh waktu tiga hari. “Perbaikan teknis biasanya paling lama tiga hari. Tapi kalau pemulihan pelayanan, bisa lebih dari itu. Yang pasti, karena pipa itu juga menyuplai pelanggan kita maka kita tentu akan berpartisipasi di perbaikan,” tuturnya. (ewb/ida)

Latest news

Related news