31 C
Semarang
Selasa, 11 Mei 2021

Berantas Habis Pungli di Kota Magelang

MAGELANG – Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Kota Magelang segera menyusun strategi memberantas habis praktik pungutan liar (pungli). Peran serta masyarakat juga dibutuhkan, untuk menjaring informasi jika terjadi sebuah pelanggaran.

“Masyarakat harus proaktif melapor jika merasa dirugikan atau menemukan tindakan yang tidak sesuai dengan aturan,” kata Ketua Satgas Saber Pungli Kota Magelang, Kompol Muh Imron, kemarin usai pengukuhan Satgas Saber Pungli oleh Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito di Pendopo Pengabdian, Rabu (25/1).

Pria yang juga Wakapolres Magelang Kota ini menjamin kerahasian identitas pelapor. Ke depan, kemudahan masyarakat dalam melapor akan didukung dengan teknologi modern. Sebelum tersedia portal aduan, pihaknya sedang merencanakan layanan SMS gateway, maupun aduan yang sifatnya nonelektronik. “Kami akan buat prosedur aduan,” tambahnya.

Setelah ini, bersama tim Satgas Saber Pungli yang berjumlah 38 orang akan mengadakan rapat guna mematangkan langkah dalam menjalankan empat fungsi sebagaimana diamanatkan dalam Perpres Nomor 87 Tahun 2016. Yakni, fungsi intelijen, pencegahan, penindakan, dan yustisi.

“Tentunya kita akan melakukan tahapan-tahapan terlebih dahulu. Dimulai sosialisasi, pembinaan sampai operasi tangkap tangan (OTT),” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Sigit Widyonindito mengakui titik rawan pungli bisa di mana saja. Karena itu, pembentukan satgas ini penting dilakukan. Serta wujud komitmen pemerintah untuk memberantasnya.

Dia minta, pungli yang dilakukan salah satu petugas Samsat Magelang Kota beberapa waktu lalu itu dijadikan pelajaran bersama. Agar hal itu tidak terulang. “Kalau ada yang menemukan indikasi praktik pungli, langsung lapor ke saya, ke instansi terkait atau ke satgas ini,”

Namun, ia tak mau menerima laporan yang tidak disertai bukti. Agar tidak menjadi bumerang, pelaporan bisa dengan cara merekam, dan memfoto. Pengiriman bisa melalui surat, maupun melalui media sosial.

“Untuk menekan dan membasmi pungli, justru sangat dibutuhkan kerja sama masyarakat. Terutama korban pungli tersebut,” tandasnya. (put/lis)

Latest news

Related news