31 C
Semarang
Rabu, 12 Mei 2021

Ortu Tak Paham Nutrisi, Anak Kurang Gizi

WONOSOBO – Jumlah balita yang kekurangan gizi di Kecamatan Mojotengah masih cukup banyak. Setiap bulan mencapai 150 anak. Sedangkan balita penderita gizi buruk menurut Kepala Puskesmas Mojotengah, Tri Mulyani jumlahnya tidak mencapai sepuluh anak.

“Balita yang menderita gizi kurang itu selalu silih berganti. Ada yang sembuh ada juga yang sakit. Jadi secara jumlah sama tapi by name-nya beda,” katanya Rabu (25/1).

Tri menyanggah anggapan kekurangan gizi disebabkan orang tuanya miskin. Sebaliknya ia berpendapat, kasus kurang gizi lebih karena pemahaman orang tua yang kurang terhadap jenis-jenis makanan yang baik dan mengandung gizi seimbang untuk diberikan kepada balitanya.

“Sekadar beli lauk tahu tempe, sayur dan buah, yang tidak terlalu mahal, warga sini saya yakin mampu,” katanya.

Selain lemahnya pemahaman orang tua terhadap nutrisi makanan, tren budaya urban juga ikut berpengaruh dalam kasus kekurangan gizi pada bayi. Contoh, karena orang tuanya sibuk kerja anak sering dititipkan ke nenek.

“Sementara neneknya juga kurang paham, bahkan kalau pas rewel suka dikasih makanan ini itu tanpa memandang kandungan nutrisinya seperti apa,” tandasnya.

Nutrisionis Puskesmas Mojotengah Rita Hasibuan menjelaskan ada 2 faktor dominan yang menyebabkan anak mengalami gizi buruk. Yaitu, anak/bayi menderita penyakit tertentu sehingga nutrisi tidak terserap baik, atau asupan gizi yang diberikan kepada anak tidak seimbang. “Untuk penderita gizi buruk akibat penyakit, tidak akan cukup dengan memberi asupan yang seimbang. Melainkan, penyakit yang diderita anak juga harus disembuhkan,” jelasnya.

Namun, jika penyebab gizi buruk disebabkan kekurangan nutrisi, orang tua dianjurkan untuk konsultasi pada ahli gizi tentang pengaturan pola makan. Termasuk pada jenis serta jumlah makanan tertentu untuk mencukupi kebutuhan gizi anak. “Perlu dikonsultasikan, agar nutrisi yang dibutuhkan anak bisa terpenuhi.”

Sebelumnya dijelaskan Rita, gizi buruk atau malnutrisi adalah suatu bentuk terparah akibat kekurangan gizi menahun. Dampak dari gizi buruk ini, biasanya membuat pertumbuhan tubuh bayi terganggu. Contohnya anak/bayi akan berisiko tumbuh kecil (kerdil). Kemudian dalam perkembangan mental anak dengan status gizi buruk berisiko mengalami gangguan mental. (cr2/lis)

Latest news

Related news