31 C
Semarang
Sabtu, 15 Mei 2021

Janjikan Emas, Ternyata Batu

TEMANGGUNG– Ada-ada saja ulah orang yang tidak bertanggung jawab memperoleh harta dengan cara yang tidak halal lewat menipu. Seorang dukun gadungan ditangkap Satreskrim Polres Temanggung karena mengaku bisa mendatangkan emas dan uang miliaran rupiah, namun hanya tipuan belaka. Ia adalah Triyono alias Kuthung, 41, warga Dusun Prangkon Desa Bansari Kecamatan Bulu Temanggung.

Banyak korban yang telah ditipunya. Salah satunya menimpa Samsudin, 57, seorang perangkat desa, Dusun Srimulyo, Desa Bansari Kecamatan Bansari Temanggung. Atas kepiwaian Triyono berolah kata, Samsudin termakan rayuannya. Korban akhirnya harus menanggung kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Persoalan ini bermula dari utang piutang dan berujung pada penipuan dengan kedok dukun pengganda uang. Pada 2012 lalu, Triyono meminjam uang Rp 11 juta kepada Samsudin untuk modal bisnis tembakau. Namun, karena usahanya gagal total, tersangka tidak mampu mengembalikan utang berikut bunganya.

“Dia terus mendesak untuk mengembalikan dan meminta bunganya 10 persen dari jumlah yang dipinjam. Karena bingung, makanya saya nekad melakukan penipuan dengan iming-iming menggandakan uang,” aku Triyono saat gelar perkara di Mapolres Temanggung, Rabu (25/1).

Agar modusnya berjalan, tersangka mengaku bisa menggandakan uang melalui ritual tertentu. Bahkan uang yang dipinjam akan berlipat ganda nilainya sebab diganti dengan batangan emas.

Untuk meyakinkan korban, tersangka memperlihatkan sebuah kuitansi penjualan emas yang membuktikan ia mempunyai aset emas senilai Rp 33 miliar. Sebagai pembayaran utang sekaligus bunga, tersangka menyerahkan sebuah barang dalam kardus dan dibungkus karung. Ia menyebut isi kardus tersebut adalah emas batangan.

Tapi tersangka melarang korban membuka bungkusan tersebut sebelum ada perintah dari tersangka. “Korban diberi janji bahwa uangnya bisa menjadi berlipat ganda plus mendapat emas yang didatangkan tersangka melalui perantara jin dari alam gaib,” ujar Kapolres Temanggung AKBP Wahyu Wim Hardjanto.

Utang senilai Rp 11 juta bukannya lunas, korban malah terbujuk rayuan tersangka hingga mau menyetor uang lagi. Jumlahnya hingga Rp 50 juta. Korban berharap bisa segera mendapatkan emas batangan seperti yang dijanjikan. Tapi perintah tersangka untuk membuka bungkusan tak kunjung tiba.

“Sejak tahun 2012 sampai sekarang tidak ada kode. Korban penasaran lalu korban berinisiatif membuka, ternyata isinya bukan emas melainkan batu bata,” terangnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Triyono masih menjalani proses penyidikan di Polres Temanggung. Ia juga harus mendekam dalam tahanan Mapolres Temanggung. (san/ton)

Latest news

Related news