31 C
Semarang
Jumat, 14 Mei 2021

Penyusunan DED Harus Libatkan Pedagang

MIJEN – Satu per satu, revitalisasi pasar tradisional dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Selain pembenahan manajemen pasar, pembangunan infrastruktur digalakkan agar pasar yang terkesan kumuh menjadi tertata dan rapi.

Kali ini giliran Pasar Mijen, bakal dilakukan pembangunan revitalisasi. Pemkot Semarang saat ini sedang mempersiapkan Detail Engineering Design (DED). Diperkirakan, pembangunan bisa dilakukan 2018 mendatang. ”Sudah saya bicarakan dengan Dinas Perdagangan. Tahun ini anggaran untuk DED sudah disiapkan,” kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, kemarin.

Dikatakan Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi, sejauh ini pihaknya menerima keluhan dari para pedagang, karena fasilitas di Pasar Mijen dalam kondisi kurang layak. Mulai keluhan atap bocor, lantai becek, hingga luasan lapak kurang memadai. ”Saya minta Dinas Perdagangan saat menyusun DED, mempertimbangkan kondisi Pasar Mijen saat ini. Pedagang harus dilibatkan untuk mengetahui seperti apa keinginannya,” katanya.

Hendi menargetkan, DED Pasar Mijen diperkirakan bisa dirampungkan pada Agustus-September mendatang. Sehingga, perkiraan pembangunannya bisa dikerjakan awal 2018 mendatang. ”Pedagang meminta agar jangan sampai saat dibangun, lapak ukuran jadi berkurang,” katanya.

Camat Mijen, Ali Muchtar, mengakui bila kondisi Pasar Mijen meski menjadi pusat perekonomian di kecamatan tersebut, dalam kondisi minim fasilitas dan kurang layak. Tentu, akan jauh berbeda dengan kondisi pasar-pasar tradisional lain yang telah dilakukan revitalisasi. ”Kami senang hati menyambut rencana revitalisasi Pasar Mijen. Tentunya agar lebih baik dan tertata,” katanya.

Sejauh ini, kondisi lahan Pasar Mijen terbilang sempit. Lokasinya berdekatan dengan permukiman warga. Ia berharap, kondisi ini agar menjadi pertimbangan oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang, saat menyusun DED. ”Bagaimana agar semua pedagang bisa tertampung di bangunan yang baru,” harapnya.

Sebab, selain pedagang yang ada di dalam pasar, saat ini terdapat banyak pedagang yang berada di luar pasar. Ini akan menjadi persoalan saat pendataan tidak dilakukan secara detail. ”Kondisi banyaknya pedagang yang ada di luar, selain membuat kesan kumuh, juga kerap memicu arus lalu lintas tersendat,” katanya.

Selain lokasi pasar berdekatan dengan permukiman penduduk, rencananya Jalan RM Hadi Soebeno Mijen akan dilakukan pelebaran. Nah, ini juga rentan menjadi persoalan karena lahan pasar akan terkena dampak pelebaran jalan. ”Beberapa kondisi ini agar menjadi pertimbangan untuk menyusun DED oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang. Mungkin bisa didesain bertingkat, agar bisa menampung semua pedagang,” katanya. (amu/zal/ce1)

Latest news

Related news