31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Raja Salman Pastikan ke Indonesia Awal Maret

RAJA Arab Saudi yang memiliki sebutan resmi sebagai Khadimul Haramain as-Syarifain, Pelayan Dua Kota Suci, Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud dipastikan akan berkunjung ke Indonesia pada awal Maret.

Kepastian tersebut disampaikan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel dalam siaran pers Rabu kemarin. ”Seminggu terakhir ini, kami secara maraton mengadakan pertemuan dengan Rais al-Marasim al-Malakiyyah untuk melakukan langkah-langkah persiapan dan pengaturan rencana kunjungan bersejarah Raja Arab Saudi,” kata Dubes Agus Maftuh.

Kunjungan tersebut menjadi sangat bersejarah dan dinanti-nanti rakyat Indonesia karena Raja Faisal bin Abdul Aziz pernah berkunjung ke Indonesia sekitar 47 tahun silam, tepatnya pada Juni 1970 yang mendarat di Kemayoran Jakarta ketika itu.

Menurut Agus Maftuh, Chief Royal Protocol, Kepala Protokol Istana Kerajaan Arab Saudi telah menyampaikan konfirmasi terkait rencana kunjungan Raja Salman bin Abdulazis Al-Saud ke Indonesia. ”Kepastian kunjungan Raja Salman ke Indonesia pada awal Maret 2017 lengkap dengan susunan agendanya,” jelasnya.

Selama sebulan terakhir ini, santri alumnus Pondok Pesantren Futuhiyyah Suburan Mranggen Demak itu keluar masuk istana raja untuk mematangkan semua kebijakan Raja Arab Saudi termasuk salah satunya kebijakan penambahan kuota haji untuk Indonesia.

Dubes yang bertugas di Riyadh sejak 14 Maret 2016 itu, pada dua bulan pertama langsung tancap gas mengawal Surat Undangan Presiden Jokowi kepada Raja Salman untuk berkunjung ke Indonesia.

Menurutnya, kunjungan Raja Arab Saudi ke Indonesia akan menjadi momen dan tonggak bersejarah yang memiliki arti khusus dan bobot penting dalam kerangka hubungan bilateral kedua negara yang selama ini telah terjalin dengan erat dan kokoh. ”Kunjungan Raja Salman ke Indonesia akan menjadi peristiwa penting dan agung yang akan mengobati kerinduan rakyat dan masyarakat Indonesia sejak 47 tahun silam,” paparnya.

Kepala Protokol Kerajaan, Khaled Abbad menyebut kunjungan tersebut dengan al-ziyarah al-dhohmah atau Mega Kunjungan. Terkait jumlah rombongan yang akan menyertai kunjungan kenegaraan Raja Salman, Dubes Agus Maftuh sejak awal telah memperkirakan jumlah rombongan Raja sangat besar mengingat kunjungan ke Indonesia merupakan kunjungan pertama yang dilakukan Raja Salman ke Indonesia. ”Arab Saudi merupakan negara besar dengan potensi pengembangan dan kerja sama ekonomi yang terbuka luas, khususnya sektor perminyakan. Arab Saudi dan Indonesia juga sama-sama menjadi anggota G-20. Oleh sebab itu, cukup banyak kalangan dunia usaha dan sektor swasta Arab Saudi yang juga berkeinginan untuk menjadi bagian dari kunjungan Raja ke Indonesia,” katanya. (*/zal/ce1)

Latest news

Related news