33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Tiga Pengoplos Gas Elpiji Dibekuk

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

BATANG-Kepolisian Resor (Polres) Batang berhasil membekuk tiga pelaku pengoplos gas. Tiga tersangka yang ditangkap polisi, adalah Komet Romadhon, 24, warga Kecamatan Tulis; Partono, 45, dan Teguh Prayitno, 34, keduanya warga Kecamatan Limpung.

Dari tangan pelaku turut diamankan barang bukti berupa 52 tabung elpiji berukuran 12 kg, 177 elpiji berukuran 3 kg, 10 selang regulator, 23 potongan bambu kecil, dan satu unit mobil pikap G 1743 ML untuk mengangkut hasil kejahatan ke konsumen.

Kapolres Batang, AKBP Juli Agung Pramono menjelaskan bahwa terungkapnya kasus itu berawal dari adanya informasi masyarakat yang mencurigai aktivitas tiga pelaku yang melakukan pemindahan elpiji ukuran 3 kilogram ke dalam elpiji ukuran 12 kilogram. Polisi yang menerima informasi tersebut, kemudian melakukan penyelidikan, dan memang mendapati tiga pelaku sedang mengoplos elpiji. “Kami menangkap pelaku sudah beberapa waktu kemarin. Namun untuk pengembangan, baru kami buka hari ini,” jelas Kapolres.

Dari hasil pengembangan kasus tersebut, didapat bahwa elpiji bersubsidi ukuran 3 kg, diperoleh dari Andi, warga Kabupaten Pemalang, seharga Rp 15.500 per tabung. Dari hasil mengumpulkan dari agen-agen kecil. Setalah membeli ratusan tabung, kemudian oleh pelaku dioplos ke dalam elpiji ukuran 12 kilogram dengan cara empat tabung kecil untuk satu tabung 12 kg. Kemudian tersangka menjual elpiji 12 kilogram kepada konsumen Rp 110 ribu per tabung.
“Tersangka mampu menjual elpiji oplosan itu sebanyak 80 tabung per minggu dengan keuntungan Rp 3.840.000,” katanya.

Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas bumi dengan ancaman hukuman enam tahun penjara serta denda Rp 60 miliar dan UU nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 5 miliar.

Salah satu tersangka, Komet saat dikonfirmasi membenarkan modus kejahatan yang dilakukannya. Mereka mengambil tabung melon 3 kg di Pemalang. “Sebenarnya, kami hanya meneruskan usaha bos saya. Karena dipenjara atas kasus lain, kami yang mengerjakannya. Semua jaringan juga berasal dari dia termasuk pasokan dari Pemalang,” jelasnya panjang lebar.

Mereka bisa mengerti teknik mengoplos juga dari bosnya tersebut. Serta hasil dari oplosan selama ini, memang lebih banyak dipasarkan ke Kendal, dibanding Batang. Karena pasarnya sudah berjalan selama ini. Selama bekerja dari Agustus 2016 hingga awal tahun 2017, ketiga pelaku mendapat bayaran, bukan bagi hasil. Sehingga semua roda bisnis ada yang mengatur. “Saya menyesal pak kerja begini. Kami juga kapok, ke depan tidak mau mengulanginya lagi,” ucapnya sambil mencium tangan petugas setelah dimintai keterangan media. (han/ida)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pelaku Video Mesum Disarankan Ikut Kejar Paket

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pemkab Semarang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) akan menangani kelanjutan jenjang pendidikan pelaku video mesum siswi...

Kebermaknaan Belajar Matematika

RADARSEMARANG.COM - AKUN Instagram Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Muhadjir Effendy (@muhadjir_effendy), akun Twitter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (@Kemdikbud_RI), serta akun Instagram Pusat Teknologi...

Kendarai Motor, Bupati Eko Memantau TMMD

WONOSOBO—Pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler 100 di wilayah Wonosobo, dipusatkan di Desa Pagerejo, Kecamatan Kertek. Program ini mendapatkan sokongan penuh dari Kodim...

Hoax Aset Negara Dibeli China

JawaPos.com – Pembuat hoax yang satu ini gagal paham akut. Mereka menyebarkan kabar bahwa lahan untuk pembangunan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung sudah menjadi aset...

17 Pejabat Ikuti Lelang Jabatan Pimpinan Tinggi

PURWOREJO—Sebanyak 17 pejabat Pemkab Purworejo, Selasa (22/8) kemarin, mengikuti seleksi dan menyerahkan berkas lelang jabatan pimpinan tinggi di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat. Kemarin merupakan...

Tak Malu Jualan Susu Kambing di Kampus

RADARSEMARANG.COM - Kakak adik, Devia Rizqi Agustina dan Bella Arinal Haque masih berstatus mahasiswi UIN Walisongo Semarang. Namun keduanya sama-sama jago berbisnis. Tak hanya...