33 C
Semarang
Senin, 26 Oktober 2020

Ngaku Intel Polda, Dita Gagahi Anak di Bawah Umur

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

KENDAL—Pemerkosaan terhadap anak di bawah umur terjadi di Kendal. Ironisnya, modus pelaku dengan mengaku sebagai seorang anggota polisi yang bertugas di Unit Intel Polda Jateng.

Pelaku diketahui bernama Dita Nurcahya, 26, warga Cepiring. Sedangkan korban berinisial WS, 16, warga Cepiring. Uuntuk memuluskan rencananya, pelaku mengaku sebagai seorang polisi dan mengancam akan menjual korban kepada orang lain, jika tidak menuruti kemauannya.

Dita mengaku perkenalannya dengan korban bermula dari situs jejaring sosial Instragram. Pelaku mengaku, awalnya akun Instagram miliknya dibajak atau di-hack oleh seseorang. Namun segera ia pulihkan karena akunnya terdaftar dengan nomor handphone miliknya.

Setelah ia cek, akunnya sudah berganti nama. Banyak inbox masuk dari akun yang tidak ia kenal sebelumnya. Salah satunya dari korban WS. Semenjak itulah keduanya berkomunikasi aktif. Lebih kurang selama dua pekan, kemudian pelaku mengajak korban untuk ketemuan.

“Saya jemput pelaku di rumahnya. Setelah itu saya ajak ke salah satu swalayan. Tapi korban menolak, karena tempatnya terlalu ramai. Kemudian saya ajak korban ke salah satu hotel di daerah Kaliwungu,” katanya saat diperiksa penyidik, Selasa (24/1) kemarin.

Di hotel tersebut pelaku melancarkan niatnya untuk menyutubuhi korban. Pelaku mengancam akan menjual korban kepada seorang germo, jika tidak mau melayaninya. “Saya copoti pakaian korban. Setelah itu saya setubuhi korban sekali,” paparnya.

Puas menyetubuhi korban, pelaku kemudian memofoto korban yang masih dalam keadaan bugil. Tujuannya untuk mengancam korban agar tidak cerita kepada siapapun mengenai hal tersebut. Pelaku mengancam akan menyebarkan foto-foto bugil korban jika sampai cerita kepada orang lain atau melapor ke polisi.

Selang beberapa hari kemudian, pelaku menghubungi korban dan mengirimkan beberapa foto telanjang korban. Pelaku mengajak korban ketemuan di hotel yang sama dan mengancam memberikan foto-foto bugil tersebut ke kepala sekolah tempat korban bersekolah.

Akhirnya korban WS menuruti kemauan korban, lantaran takut dan malu jika foto-fotonya yang tanpa busana sampai ke tangan kepala sekolah. Korban takut jika sampai harus dikeluarkan dari sekolah. Diketahui korban merupakan siswa salah satu SMK di Mangkang, Semarang.

Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Arwansa mengatakan korban yang takut akhirnya memberanikan diri untuk menceritakan hal tersebut kepada kedua orang tuanya. Kedua orang tua kemudian melaporkan pelaku ke Satreskrim Polres Kendal.

“Modus pelaku, yakni mengelabui korban dengan berpura-pura mengaku sebagai seorang anggota polisi yang bertugas di Intel Polda Jateng. Korban juga diancam pelaku, sehingga ini masuk pidana kekerasan seksual pada anak perempuan di bawah umur,” kata Arwansa.

Penyidik, lanjut Arwansa langsung menetapkan pelaku sebagai tersangka. Pelaku dijerat dengan Pasal 81 dan atau 82 Undang-undang (UU) nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Yakni setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan. “Ancaman pidananya Maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 300 juta,” paparnya.

Kasus ini, lanjut Arwansa, agar menjadi pembelajaran bagi warga masyarakat atau mengawasi anak-anaknya dalam penggunaan gadget HP atau pengawasan situs jejaring sosial. “Jangan mudah percaya terhadap orang yang baru dikenal,” tambahnya. (bud/ida)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...