31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

SMA/SMK Tunggu Pergub

SEMARANG – Pelimpahan kewenangan pengelolaan SMA/SMK dari kabupaten/kota ke provinsi, membuat  pihak sekolah terus memutar otak untuk meng-cover anggaran yang dikeluarkan untuk kebutuhan siswa, guru honorer dan pegawai tidak tetap. Sebab, sampai saat ini belum ada keputusan dari pihak provinsi.

Kepala SMAN 15 Semarang, Soleh Amin, mengatakan, selama menunggu peraturan gubernur (pergub) tentang penarikan SPP, pihaknya mengandalkan sumbangan dari orang tua termasuk untuk pengadaan anggaran bagi guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT).

Ia juga menyampaikan, untuk SPP siswa belum bisa menentukan, dan menunggu keputusan gubernur.

”Dari dana pendamping BOS sendiri kan itu sudah ditentukan untuk apa aja. Honor guru tidak tetap dan pembangunan gedung kan nggak boleh. Jadi ya kita berusaha sebisa mungkin untuk menghitung dan menggunakan dana seadanya, tetapi selalu dikomunikasikan kepada GTT dan PTT,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Humas SMKN 8 Semarang, Ardan Sirodjuddin, mengatakan, pihaknya belum bisa menjawab tentang rancangan Pergub terkait SPP yang nominalnya ditentukan sekolah, karena besarannya bisa berbeda di setiap sekolah. Apalagi antara SMA dan SMK, tentu kebutuhannya lebih banyak sekolah kejuruan.

”Dulu kan di-back up sama kota, sekarang provinsi aja kepastiannya belum tahu, jadi ya sementara kami menunggu saja, bagaimana nanti, belum bisa komentar banyak kalo belum ada aturan atau keputusan tetapnya,” kilahnya. (mg26/aro/ce1)

Latest news

Related news