31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

Padat Penduduk Pengaruhi Stabilitas Keamanan

DEMAK-Jumlah penduduk di suatu daerah, termasuk di Demak dinilai cukup berpengaruh terhadap tingkat stabilitas keamanan. Karena itu, penanganan dampak kependudukan ini perlu dilakukan serius serta komprehensif.

Demikian disampaikan Kabagops Kompol Sutomo mewakili Kapolres Demak AKBP Sonny Irawan selaku narasumber dalam rapat koordinasi (rakor) kependudukan di ruang Bina Praja, kemarin. Menurut Kompol Sutomo, setidaknya ada 4 dampak kependudukan terhadap stabilitas keamanan. Yaitu, munculnya kawasan kumuh dengan rumah warga yang tidak layak huni. Kemudian, sulitnya persaingan di dunia kerja. Akibatnya, merebak sektor-sektor informal seperti pedagang kaki lima (PKL), pengamen dan lain sebagainya. Kondisi seperti itu keberadaannya kerap mengganggu ketertiban. Selain itu, dampak serius lainnya adalah turunnya kualitas lingkungan serta terganggunya stabilitas keamanan. “Dampak kependudukan itu, perlu kita atasi bersama-sama,“ katanya.

Berdasarkan data yang ada, pada 2016 jumlah penduduk di wilayah Demak sudah mencapai 1.129.402 jiwa. Terdiri atas perempuan sebanyak 569.841 dan laki-laki sebanyak 559.561 jiwa. Dilihat dari sisi seks ratio, setidaknya terdapat 98 laki-laki untuk setiap 100 perempuan.

Menurut Kompol Sutomo, kepadatan penduduk dapat memicu meningkatnya tindakan kriminalitas dan kenakalan remaja. Ini terjadi lantaran banyak remaja yang tidak memperoleh lapangan kerja. Kondisi demikian memunculkan serta meningkatkan angka kriminalitas. Bahkan, dapat mendorong kecemburuan sosial masyarakat yang berujung terjadinya konflik horisontal.

“Untuk mencegah dampak padatnya penduduk ini, kita di Polres Demak mempunyai langkah-langkah baik pre-emptif, preventif, maupun represif. Disinilah pentingnya menekan jumlah penduduk agar stabilitas keamanan terkendali dengan rasio petugas yang ada,” katanya. (hib/ida)

Latest news

Related news