31 C
Semarang
Minggu, 16 Mei 2021

Siapkan Tiga Angkutan Sekolah

UNGARAN–Pemkab Semarang mewujudkan perhatiannya terhadap kebutuhan angkutan sekolah. Kali ini dengan menyiapkan tiga unit bus sekolah. “Itu sebagai bentuk pelayanan transportasi yang ramah anak. Pemkab akan perlahan-lahan melakukan hal tersebut,” ujar Bupati Semarang, Mundjirin, Selasa (24/1) kemarin.

Dikatakan Mundjirin, tiga bus sekolah tersebut akan direalisasikan pada Mei 2017. Bus sekolah tersebut untuk mengakomodir pelayanan transportasi siswa yang berada di wilayah pinggiran. “Tahun ini kami beli 3 bus untuk daerah terpencil, yakni untuk transportasi masal anak sekolah. Nanti melalui Dishub,” katanya.

Selain pembelian tiga unit bus sekolah, pembukaan trayek baru untuk wilayah terpencil juga akan dilakukan. Mengingat akses transportasi khususnya di wilayah perbatasan maupun terpencil masih sangat minim. “Seperti di Wirogomo, akses transportasi siswa juga masih sulit,” katanya.

Teknisnya, armada tersebut tidak melayani penumpang umum, hanya siswa sekolah. “Pembukaan jalur trayek yang baru juga bisa kami lakukan. Tahap pertama, agar anak-anak bisa sekolah dengan tenang, kami sediakan bus sekolah dulu,” katanya.

Mundjirin mengatakan persoalan transportasi sudah masuk dalam prioritas pembangunan daerah. Ia juga mengakui, jika saat ini sarana transportasi khususnya di daerah pinggiran dan sekolahan masih sangat minim. “Karena trayeknya sepi, angkutan umum enggan masuk kedaerah itu,” tuturnya.

Sarana transportasi seperti Bentor (becak motor), merupakan salahsatu alternatif yang saat ini dipikirkan Pemkab Semarang untuk dapat mengakses daerah pinggiran, perbatasan, serta sekolah. Sarana transportasi yang dapat mengakses pedesaan tidak sepenuhnya harus mobil. “Namun memang dalam peraturannya, Bentor tidak diperbolehkan untuk beroperasi di dalam kota, sehingga daerah mana yang dapat diakses, kita masih mengkajinya,” tuturnya.

Untuk wilayah yang berada di pingiran, pihaknya akan menggandeng Organda dalam bentuk kerjasama. Melalui kerjas‎ama tersebut, nantinya diharapkan dapat dioperasikan angkutan-angkutan pada jam tertentu guna memfasilitasi sarana transportasi antar desa. “Karena tidak semua angkutan umum masuk desa,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, Prayitno Sudaryanto mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) serta Kementerian Agama Kabupaten Semarang untuk mengetahui jumlah siswa yang akan dilayani. Pada tahap awal, tiga unit bus sekolah berkapasitas 40 tempat duduk akan melayani para siswa di wilayah pinggiran di Kecamatan Ungaran Barat dan Ungaran Timur. Teknis operasional bus sekolah termasuk untuk kebutuhan sopir akan didukung dana APBD dan bantuan dari sekolah terkait. “Jumlah armada bus yang akan dioperasikan masih sangat terbatas jika dibanding jumlah siswa sekolah yang ada,” katanya.

Dikarenakan Dishub dalam hal ini akan mengusulkan pengadaan setidaknya tiga hingga empat unit bus sekolah di tahun 2018 mendatang. Nantinya bus sekolah itu akan melayani siswa di wilayah Selatan Kabupaten Semarang. (ewb/ida)

Latest news

Related news