31 C
Semarang
Senin, 10 Mei 2021

Pengawas TPS Harus Jeli

SALATIGA – Pengawas Tempat Pemungutan Sura (TPS) diminta jeli saat proses pencoblosan dan perhitungan suara Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Salatiga 15 Februari mendatang. Mereka diminta benar-benar memperhatikan kinerja Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS yang mereka awasi.

“Bila saat proses pencoblosan dan perhitungan suara, ada pelanggaran, pengawas langsung bisa melakukan keberatan atau protes,” tandas Ketua Panwas Salatiga Arsyad Wahyudi, Selasa (24/1).

Jumlah pengawas TPS itu sesuai dengan jumlah TPS yang ada yaitu sebanyak 386 TPS, atau masing-masing TPS diawasi seorang pengawas. Tenaga pengawas TPS diambilkan dari warga TPS itu berada.

Anggota Panwas Agung Mursito menambahkan, setelah dilantik, para pengawas tersebut sekaligus diberi pembekalan tugas pokok dan fungsinya. Agung mengimbau kepada para pengawas yang sudah dilantik untuk bekerja secara maksimal dalam mengawasi pemungutan suara di TPS.

Salah seorang pengawas TPS dari TPS Domas, Wanto mengaku ingin berpartisipasi dalam pengawasan Pilwalkot agar lebih berkualitas. “Saya ingin berpartisipasi dalam pengawasan Pilkada Salatiga, saat coblosan dan perhitungan suara di TPS,” katanya.

Sementara itu, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Salatiga membantu Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyosialisasikan penyelenggaran pemilihan kepala daerah ke perusahaan – perusahaan yang ada di Kota Salatiga. Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja Sri Joko Nurhadi telah mengirimkan surat ke pemilik perusahaan di Salatiga agar memberi ruang dan waktu bagi komisioner KPU Salatiga menggelar sosialisasi Pilwakot.

“Disnaker sudah mengeluarkan surat kepada beberapa perusahaan yang akan dilakukan sosialisasi kepada karyawannya mengenai penyelenggaraan Pilkada kota Salatiga 2017, khususnya bagi karyawan yang memiliki KTP Salatiga. Surat tersebut juga sudah kami berikan kepada KPU Salatiga,” ujar Sri Joko Nurhadi.

Komisioner KPU Salatiga Bidang SDM Sujit Mujirno menjelaskan, KPU sudah menggelar sosialisasi ke beberapa perusahaan. yang memiliki banyak karyawan. Di antaranya pabrik tekstil. “Pagi (kemarin, red) ini kita ke perusahaan tekstil di Salatiga. Harapannya, untuk meningkatkan animo karyawan untuk tetap menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada 15 Februari mendatang,” jelasnya. (sas/ton)

Latest news

Related news