31 C
Semarang
Rabu, 12 Mei 2021

Tim Jambrong Sikat Motor Berisik

MUNGKID— Tim Jambrong bentukan Satlantas Polres Magelang untuk menertibkan kendaraan bermotor berknalpot berisik terus beroperasi. Puluhan kendaraan sudah terjaring razia sejak tim ini dibentuk.

Kasatlantas Polres Magelang AKP Didi Dewantara mengatakan sejauh ini sudah ada sedikitnya 30 unit kendaraan bermotor roda dua yang diamankan di Mako Polres Magelang. Sebagian besar merupakan kendaraan yang dinaiki oleh remaja atau anak sekolah.

“Jadi sesuai peraturan tersebut, masyarakat wajib menaati teknis laik jalan, khususnya dalam hal penggunaan knalpot. Selama ini banyak warga yang mengeluhkan suara knalpot blombongan, dan sebagai aparat penegak hukum kita harus aktif melakukan penindakan,” terangnya.

Sesuai pasal 285 ayat 1 UU No 22 Tahun 2009, lanjutnya, pelanggar akan dikenakan denda maksimal yang akan diberikan kepada pelanggar aturan lalu lintas yakni Rp 250 ribu.

“Untuk itu, kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai ketentuan, dalam hal ini melanggar kebisingan suara. Knalpot yang baik adalah yang standar dari pabrikan,” tegasnya.

Didi mengatakan saat ini, timnya masih fokus wilayah Borobudur. Pasalnya, wilayah tersebut adalah pusat wisata yang menjadi perhatian dunia. Jumlah pelanggar lalu lintas berupa knalpot blombongan juga paling banyak ada di Borobudur.

“Dari hasil evaluasi kita, banyak pengendara yang menggunakan knalpot jambrong berasal dari seputaran Borobudur. Untuk itu, sementara tim antijambrong kita fokuskan di sini, mulai pagi, siang, hingga sore hari,” jelas dia.

Kasatlantas mengatakan tim antijambrong Polres Magelang terdiri dari 3 unit dengan 6 sepeda motor. Setiap sepeda motor dikendarai dua orang personel. Mereka melakukan operasi secara mobile.

“Total ada 12 orang personel dari tim antijambrong. Ke depan, mereka akan kami maksimal untuk melakukan operasi di seluruh wilayah Kabupaten Magelang.

Salah satu warga Borobudur, Ahson Haji mengaku menyambut baik dan mendukung upaya penindakan yang dilakukan petugas terhadap pelanggar lalu lintas tersebut. Terutama pengguna knalpot blombongan.

“Pernah suatu ketika saya disalip oleh pengendara dengan knalpot blombongan hingga membuat saya kehilangan kendali sepeda motor. Beruntung tidak sampai kecelakaan, mengingat saat itu saya ada di jalan besar. Saya mendukung knalpot seperti ini ditindak, karena sangat mengganggu,” ujarnya. (vie/lis)

Latest news

Related news