31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Muhammadiyah Tolak Intoleransi

MAGELANG – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Magelang, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan organisasi otonom Kemuhammadiyahan melakukan taaruf ke Mapolres Magelang Kota, Selasa (24/1) siang. Acara yang dikemas dalam “Silaturahmi Kebangsaan” tersebut juga membahas isu intoleransi dan media sosial yang dimanfaatkan sebagai sarana provokasi serta penyebaran informasi hoax alias berita bohong.
Ketua PDM Kota Magelang Solichin menjelaskan, bersama jajaran pengurus ia ingin mempererat silaturahmi dan bersinergi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), termasuk institusi kepolisian. ”Kami sebagai pembantu pemerintah dan sudah banyak berjuang. Di antaranya melalui pendidikan, kesehatan dan keamanan. Kami ingin tingkatkan,” ujar Solichin.

Menurut Solichin, Indonesia tengah menjadi sorotan dunia. Hal itu disebabkan adanya oknum tidak bertanggungjawab yang menunjukkan intoleransi hingga mengancam perdamaian dan keberagaman di tanah air. Ia meyakini, oknum tersebut mengarah kepada kelompok radikal yang melakukan intoleransi dengan sengaja mengatasnamakan agama Islam.

”Hujatan atau ujaran kebencian disebar melalui instagram, facebook, twitter dan media sosial lainnya untuk mengguncang fondasi kerukunan di tengah masyarakat. Padahal, Islam mengajarkan toleransi dan cinta damai,” katanya.

Sekretaris PDM Kota Magelang Yatino menambahkan, rencananya, safari ”Silaturahmi Kebangsaan” ini akan dilakukan ke seluruh jajaran Forkompimda Kota Magelang. Ulama dan polisi sebagai umara harus bersatu menangkal intoleransi dari kabar hoax.

”Ini bukan tugas polisi saja, melainkan tugas kita bersama untuk menjaga perdamaian dan ketentraman. Kami melalui dakwah juga selalu ingatkan umat untuk jangan mudah terhasut berita hoax,” ucap dia.

Kapolres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo menuturkan, kunjungan tersebut menjadi dukungan potensi masyarakat dalam menjalankan tugas pokok Polri sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2 tahun 2002. Disinggung intoleransi dan kabar hoax, Hari berupaya untuk menangkal agar tidak terjadi di wilayah hukumnya.

”Namanya potensi pasti ada. Makanya, melalui program Kluyuran Kamtibmas dengan sasaran komunitas agama, intoleransi diharapkan tidak akan terjadi di Kota Magelang,” tegas Hari. (cr1/ton)

Latest news

Related news