31 C
Semarang
Rabu, 12 Mei 2021

Kenalkan Metode Kepelatihan Baru

SEMARANG – Pelatih atlet dituntut menguasai iptek kepelatihan yang terus berkembang. Sebab metode yang diberikan untuk melatih atlet bukan hafalan. Hal tersebut diungkapkan Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Unnes Mugiyo Hartono saat menjadi nara sumber dalam Penataran Pelatih Nasional Tingkat Dasar di Hotel Pesonna Semarang, Selasa (24/1).

Penataran yang diikuti 113 pelatih dari pengprov cabang olahraga itu kemarin dibuka oleh Ketua Umum KONI Jateng Hartono. ”Melatih atlet itu ora apalan (bukan hafalan). Misalnya seorang pelatih yang mantan atlet, metode yang dipakai ya sama dengan saat menjadi atlet. Itu sama dengan hafalan. Maka dari itu, pelatih dituntut menguasai iptek kepelatihan yang terus berkembang,” tegas pria yang akrab disapa Mugi itu.

Mugi yang menyampaikan materi kepemimpinan dan falsafah kepelatihan menambahkan, bahwa filosofi pelatih itu harus ramah. Pelatih yang ramah lebih disukai atlet ketimbang pelatih yang galak. Soal kepemimpinan, dia menyebut bahwa pelatih harus fleksibel,  menyadari kemampuan dan menyadari karakteristik anak didiknya.

Ketua Umum KONI Hartono mengatakan, bahwa penataran hasil kerja sama dengan KONI Pusat itu akan berlangsung hingga Kamis (26/1). Selain dari Jateng, narasumber berasal dari praktisi olahraga KONI Pusat. ”Kami ingin mempersiapkan atlet bersertifikasi resmi yang diakui oleh KONI Pusat. Ini penting apalagi tahun ini ada agenda Popnas dan Porprov pada 2018,” ujarnya.

Menurutnya, sertifikasi ini sangat penting bagi pelatih untuk menunjang kariernya. Setelah mendapat sertifikasi pelatih dasar, ke depan akan digelar lagi sertifikasi tingkat muda dan utama. ”Tingkat utama ini menjadi syarat administrasi menjadi pelatih nasional. Pelatih di sekolahan pun, harus mengantongi sertifikat yang sah,” ucapnya. (bas/zal/ce1)

Latest news

Related news