31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

Relokasi BKT Tuntas sebelum Agustus

SEMARANG – Pemerintah pusat meminta agar Pemkot Semarang mempercepat pembebasan lahan proyek normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT). Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta kepada jajarannya agar relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) maupun bangunan rumah di sepanjang bantaran Sungai BKT bisa tuntas sebelum Agustus mendatang. Termasuk mempercepat penyiapan lahan relokasi, baik untuk PKL yang akan ditempatkan di Pasar Klitikan Pedurungan, maupun warga yang terkena dampak untuk ditempatkan di rumah susun.

”Rekomendasi dari pusat, lelang akan dilaksanakan Agustus. Sehingga kami diminta untuk melakukan percepatan,” kata Hendi –sapaan akrab Hendrar Prihadi, Selasa (24/1).

Pihaknya mengaku telah memerintahkan kepada jajarannya untuk mempercepat kesiapan lahan relokasi. Baik di Pasar Klitikan Penggaron, maupun lokasi di luar pasar tersebut. Selain itu, relokasi bagi penghuni rumah di sepanjang bantaran Sungai BKT untuk menempati rumah susun. ”Pemindahan pedagang maupun relokasi warga bantaran BKT agar bisa tuntas sebelum Agustus,” katanya.

Dikatakan, pembangunan Rusun Meteseh Tembalang, saat ini masih dalam proses pengurukan. Sehingga belum bisa dilakukan pembangunan fisik. Tetapi, pihaknya telah meminta agar proses penyiapan pembangunan rusun ini dipercepat supaya bisa digunakan untuk menampung warga bantaran BKT.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, mengatakan, Februari nanti pihaknya akan sosialisasi terakhir untuk PKL Barito atau sepanjang Sungai BKT, hingga Tambak Rejo, serta Jalan Unta hingga Tambakrejo. ”Totalnya ada 1.508 PKL akan kami relokasi ke Pasar Klitikan Penggaron,” katanya.

Kepala Bidang Perencanaan, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang M. Farhan mengatakan, hingga saat ini Pemkot Semarang masih dalam proses identifikasi masalah sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar bantaran Sungai BKT. ”Warga yang terkena dampak proyek normalisasi Banjir Kanal Timur totalnya 4.097 warga. Terdiri atas tanah dan bangunan yang terdapat di 21 kelurahan,” bebernya. (amu/aro/ce1)

Latest news

Related news