Sukarelawan Kegiatan Sosial

  • Bagikan

KEPEDULIAN Elisa Putri Ayuningtyas dalam bidang kemasyarakatan, membuat gadis cantik ini aktif di sejumlah organisasi. Salah satunya ASEAN Youth Leaders Association (AYLA). Organisasi ini didirikan oleh lima belas pemuda dari Indonesia, Filipina, Thailand, Kamboja, dan Singapura. Elisa salah satunya.

”Saya sebenarnya adalah nations member biasa, tetapi karena saya aktif, saya dilibatkan dalam berbagai acara,” ujar mahasiswi program studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Komunikasi Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga (Fiskom UKSW) ini kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (24/1).

Elisa sendiri pernah mengikuti sejumlah kegiatan yang melibatkan mahasiswa asing. Di antaranya, ASEAN Youth Leadership Exchange and Action Programme (AYLEAP) yang dilaksanakan di Singapura. Selain itu, ia pernah mengikuti ASEAN + Children Festival 2016 yang diikuti negara-negara ASEAN, termasuk Bangladesh, Korea, dan Hongkong.

Dalam acara tersebut, Elisa bersama teman-temannya mengumpulkan anak-anak dari negara ASEAN yang memiliki ide untuk membuat proyek sosial yang bergerak dan berkelanjutan (sustainable dynamic).

”Misi acara tersebut sejalan dengan misi PBB untuk bergerak dari Millennium Development Goals (MDGs) menuju Sustainable Development Goals (SDGs),” paparnya.

Menjadi agen perubahan yang menggerakkan misi PBB tersebut, tentunya  membuat Elisa bangga. ”Pastinya saya bangga, tetapi itu akan menjadi suatu tanggung jawab yang besar, yakni berkontribusi untuk negeri. Tetapi setidaknya bisa dimulai dari hal kecil, misalnya menjadi sukarelawan untuk kegiatan-kegiatan sosial dan menyumbang ide, seperti yang saya lakukan kemarin dalam Pemilihan Mbak Mas Duta Wisata Kota Salatiga,” ujar dara yang meraih juara II sekaligus penghargaan Best Public Speaking dalam event tersebut.

Kepedulian dan kecintaannya dalam bidang kemasyarakatan juga dibuktikan lewat mengajar di daerah padat penduduk bersama Komunitas Sahabat Jiwa. Komunitas ini berdedikasi untuk membangun Indonesia lewat pelatihan, pendidikan, dan pendampingan psikologis.

”Bersama komunitas tersebut, saya sempat mengikuti kegiatan live in hingga menjadi sukarelawan di Malaysia,” kata gadis yang hobi membaca ini bangga.

Elisa mengajak kalangan muda zaman sekarang untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Menurut dia, Indonesia butuh anak muda yang sukarela. ”Jangan hanya menjadi penonton, tetapi ikutlah mengambil bagian. Kerjakan bagian yang kita suka, nantinya kita akan rela untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat. Berangkatlah dari semangat untuk memberi,” ujar bijak perempuan yang berencana melanjutkan studi ke Eropa dengan mengambil International Development ini. (mg27/aro/ce1)

  • Bagikan