33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Rob Lagi, Warga Tak Bisa Berdagang

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

 

PEKALONGAN-Tak hanya kenyamanan tempat tinggal yang terusik akibat banjir rob di wilayah Kota Pekalongan, namun pergerakan perekonomian juga nyaris mati. Saat tak ada hujan, kondisinya selalu tergenang air rob setinggi 20-30 sentimeter. Apalagi jika hujan datang, ketinggian air rob mencapai hampir 1 meter. Kondisi tersebut membuat warga repot dan sulit beraktivitas.

Seorang warga Pasir Kraton Kramat, Diah Utami, mengeluh tidak bisa berjualan lagi selama hampir satu tahun ini, lantaran air rob merangsek masuk ke dalam rumahnya. “Saya dulunya jualan pecel, kolak pisang, gorengan dan jajanan ringan, di depan rumah. Tapi karena air masuk rumah, jadi susah mau jualan. Apalagi juga mau masak, sangat repot banget. Lebih-lebih kalau hendak belanja, juga susah,” katanya.

Kalau toko-toko klontong, dinilainya, masih mending. Karena hanya menunggu pembeli datang dan barangnya instan. “Sedangkan kalau kaya saya, harus dimasak, digoreng dulu, jadi kalau basah kaya gini bergeraknya nggak lelusa,” imbuhnya.

Selain dirinya, beberapa toko milik warga lain juga terpaksa tutup karena rob. Lantaran warung mereka juga sepi pembeli lantaran terkendala rob. “Jualannya jadi sepi, makanya memilih tutup. Bisa dikatakan perekonomian di sini mati,” ungkapnya.

Keluhan lain juga dirasakan Wartuti, warga Pasir Kraton Kramat. Menurutnya, jalan yang tergenang rob kerap menelan korban celaka, misal terpeleset. Hal ini karena tekstur jalan menjadi licin dan berlumut. “Kemarin saja kaki saya luka, kepleset di rumah. Soalnya rumah banyak airnya, jadi licin,” katanya sambil memperlihatkan lukanya.

Pada kesempatan pemberian bantuan sosial dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Senin (23/1) kemarin, Wali Kota Pekalongan, Alf Arslan Djunaid, memastikan penanganan rob akan dilaksanakan tahun 2017 ini. Maksimal Maret sudah ada yang menang lelang, sehingga bisa segera dikerjakan. Tahap pertama, akan dilakukan pengurugan dan peninggian sejumlah jalan.

Ia menyebutkan bahwa dalam penanganan rob tahun ini akan menggunakan dana sebesar Rp 20 miliar dari APBD Kota Pekalongan dan Rp 10 miliar dari APBD Provinsi Jateng. Sementara itu, dari pemerintah pusat, ia sudah menyampaikan kepada presiden saat berkunjung ke Kota Pekalongan beberapa pekan lalu dan sudah menulis surat kepada Menteri PU.

“Dana sudah ada, tinggal dilaksanakan. Jadi kami butuh masukan dari warga agar bisa tepat sasaran dalam menanggulanginya. Peran lurah dan camat sangat penting, pokoknya harus lebih banyak di lapangan daripada di kantor,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, ada 9 kelurahan yakni 2 dari Kecamatan Pekalongan Barat dan 7 dari Kecamatan Pekalongan Utara mendapatkan bantuan sosial. Bantuan tersebut berupa keperluan pangan, sandang dan peralatan rumah tangga, yakni 100 tenda gulung, 6000 makanan kaleng, 700 selimut, 3000 matras, 30 set peralatan dapur, 800 seragam sekolah baik untuk SMP dan SMA, 100 daster, 300 kaos, 100 baju anak, 100 celana, dan 3000 kg beras. (tin/ida)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bandeng Meteng Pecakaran, Jadi Oleh-Oleh Khas Pekalongan

Banyaknya hasil panen ikan bandeng di Desa Pecakaran, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, kerap dihargai murah. Harga ikan bandeng satu kilogram isi lima ekor biasanya...

Demak dan Brebes Masuk Zona Merah

SEMARANG- DPRD mendorong Gubernur Jateng untuk mengeluarkan peraturan gubernur (Pergub) untuk menguatkan percepatan program "Stop Buang Air Besar Sembarangan" di Jateng. Hal ini cukup...

Tri Lomba Juang Mulai Dibuka

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pembangunan GOR Tri Lomba Juang (TLJ) telah selesai. Kemarin Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama FORMI (Federasi Olah Raga Rekreasi Masyarakat...

Bank SBI Buka Cabang di Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - PT Bank SBI Indonesia, Jumat (12/1) resmi membuka cabang baru di Kota Semarang. Direktur Utama Bank SBI Indonesia, Naresh Kumar Sharma...

Lebih Menghargai Arti Kehidupan

SEMARANG – Pemprov terus melakukan upaya untuk mengurangi para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Jateng. Sebab, sampai saat ini tercatat masih ada sekitar...

Dikendalikan dari Lapas, Kurir Narkoba Dibekuk

SEMARANG- Eko PA alias Peyek, 25, harus berurusan dengan aparat Reserse Narkoba Polrestabes Semarang. Pemuda asal Weleri Kendal ini diringkus karena terbukti sebagai kurir...