33 C
Semarang
Rabu, 28 Oktober 2020

Pembebasan Lahan Tol Capai 51 Persen

Baca yang Lain

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

KENDAL—Pembebasan lahan untuk proyek Jalan Tol Semarang-Batang terus dilakukan. Dipastikan, pembebasan lahan dapat selesai maksimal Maret 2017. Sejauh ini, panitia pengadaan tanah telah menyelesaikan 51 persen.

Kepala Kementerian ATR/BPN Kabupaten Kendal, Heri Fathurahman mengatakan bahwa pihaknya optimistis hingga Maret nanti, target pembebasan lahan 100 persen bisa terpenuhi. “Kekurangan 49 persen saat ini sedang kami upayakan semaksimal mungkin,” katanya, Senin (23/1) kemarin.

Peningkatan 51 persen, menurutnya, progres yang cukup cepat. Sebab, hingga akhir Desember tahun lalu baru 24 persen. Jadi selama kurang dari sebulan ini, pihaknya sudah bisa menyelesaikan 26 persen.

Heri mengklaim, 51 persen tersebut sudah ia bayarkan ganti kerugian lahan. Sisa 49 persen, menurutnya memang ada beberapa kendala seperti lahan bengkok, lahan sekolah dan tanah wakaf. Sehingga prosesnya harus melalui aturan yang ada.

Proses pembebasan lahan yang cepat, menurut Heri, juga bergantung pada kelengkapan surat kepemilikan tanah. Sebab, kendala teknis di lapangan, data kepemilikian tanah belum lengkap dan valid. Hal itu mengakibatkan proses verifikasi dan validasi data juga terhambat.

Heri mencontohkan, status tanah yang sudah berpindah kepemilikan, adanya ahli waris yang sulit ditemui, dan sebagainya. “Makanya untuk memudahkan musyawarah dan pembayaran, datanya supaya lengkap dan valid,” tambahnya.

Selain itu, Heri juga mengklaim tidak ada penolakan dari warga berkait pembangunan tol tersebut. Hanya saja, ada beberapa yang keberatan tentang besarnya harga ganti rugi atau nilai yang diberikan sudah ditetapkan oleh tim appraisal.

“Intinya, tidak ada warga yang menolak pembangunan jalan tol. Tapi soal besaran ganti rugi memang itu tidak bisa dilakukan tawar menawar. Tapi warga masih menghendaki adanya tawar menawar ganti rugi,” ungkapnya.

Menurutnya, ganti rugi yang disediakan oleh tim pembebasan lahan ada tiga macam bentuknya. Yakni pertama berupa uang, kedua barang atau tanah senilai dengan ganti rugi ditetapkan oleh tim appraisal. Ketiga yakni penyertaan modal atau saham. Dimana warga nantinya bisa mendapatkan keuntungan dari pengelolaan tol.

Untuk mengejar target, pihaknya melakukan percepatan validasi data dengan berkoordinasi kepada pemilik lahan. Diharapkan, warga segera memberikan informasi, jika ada data yang sudah berubah. “Upaya percepatan terus dilakukan. Kami juga selalu berkoordinasi dengan pemangku jabatan, baik dengan pemda dan dewan,” ujarnya.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Prapto Utono mengatakan panitia pengadaan lahan harus berkerja keras untuk menyelesaikan target. Jika tidak, pembangunan jalan tol tidak akan selesai sesuai target. “Harus ada koordinasi dan komunikasi supaya masing-masing pihak bisa saling membantu, sehingga pengadaan lahan bisa lebih cepat,” tandasnya. (bud/ida)

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...