33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Para Perajin Kurang Pahami Filosofi Batik

Pagelaran Tutur Batik Tampilkan 7 Sendra Tari

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

KAJEN-Para perajin batik di Kabupaten Pekalongan, ternyata masih sangat rendah pengetahuannya tentang filosofi batik. Umumnya para perajin batik hanya mengetahui bahwa kain batik adalah batik tulis, batik cap dan printing. Mengesampingkan bahwa batik merupakan hasil karya budaya bernilai tinggi yang patut dihargai dengan nilai tinggi pula.

Karena itulah, kata Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Kabupaten Pekalongan, Hj Munafah Asip, Dekranasda bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Budaya Pekalongan, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UMKM, dan Dinas Pariwisata Pemuda Olah Raga, bersama Komunitas Tutur Batik akan membuat pertunjukan seni dan budaya berupa sendratari yang merepresentasikan filosofi motif batik.

Pagelaran perdana sendratari akan digelar pada Kamis, 26 Januari 2017 di Pendopo Bupati Bupati Pekalongan, dengan tema Presentasi Batik Kawung. Acara ini melibatkan 120-an penari lokal dari Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Pekalongan, dan 30-an penari profesional dari Jakarta dan Surakarta.

“Tutur Batik ini akan memberikan pesan kepada masyarakat, tentang pendidikan bertutur akan motif batik yang selama ini belum pernah dilakukan. Sehingga dengan adanya pertunjukan sendratari ini, masyakarat dapat mengetahui betapa dahsyatnya motif batik yang selama ini ada,” ungkap Hj Munafah Asip.

Dijelaskan lebih lanjut bahwa pertunjukan seni dan budaya Tutur Batik akan menampilkan 7 adegan sendratari yakni, tari Kuda Kepang, tarian rakyat Pekalongan, tarian Sepi Suwung, tarian kontemporer, tarian Bedayan Tebu, tarian Sufi dan tarian Kawung Unggulan.

“Disamping itu ada pagelaran fashion show batik, pelelangan batik, aneka jajanan kuliner tradisional, serta penampilan tari batik oleh artis Iga Mawarni,” kata Hj Munafah Asip.

Sementara itu, seniman dan pemerhati tari nusantara, Elly D Luthan, menjelaskan bahwa munculnya Komunitas Tutur Batik di Kabupaten Pekalongan, karena Rizaldi Siagiaan, seorang etnomusikolog merasa prihatin akan kondisi batik saat ini.

“Dalam pertunjukan pagelaran Tutur Batik ini, ada pesan yang terkandung atau filosofi tertentu dari motif batik yang dituangkan dalam sebuah pertunjukan. Dan pagelaran ini, baru pertama kali ada di Indonesia,” jelas Elly D Luthan.

Dengan pagelaran tersebut, imbuhnya, diharapkan pemahaman masyarakat akan nilai tinggi batik meningkat. Hal itu akan berdampak pada mahalnya batik dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Dimana batik bukan hanya industri masal, namun juga sebuah budaya lokal yang mendunia. (thd/ida)

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ida Silaturahmi ke Ponpes Al Mubarok

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN - Calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah diharapkan bisa memberikan perhatian lebih pada pesantren. Saat ini perhatian pemerintah provinsi kepada pesantren...

188 PKL Barito Awali Pindah ke Pasar Klitikan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sebanyak 188 pedagang kreatif lapangan (PKL) kawasan Jalan Barito, Keluarahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur, akan mengawali pindah ke Pasar Klitikan Penggaron, Jumat...

Minoritas Sempurna

>>>>Saifudin, May 19, 2018: Perjalanan yang istimewa, sahur dan buka puasa di 2 negara bagian. Istimewa karena di apit 2 mahasiswa indonesia. Komentar Disway: Saya juga tidak...

Pemkot Semarang Operasi Gratis 38 Penderita Katarak

SEMARANG-Pemerintah Kota Semarang merayakan Hari Jadi Ke-470 dengan melayani operasi katarak tanpa biaya bagi 38 penderita katarak yang kurang mampu dan belum memiliki kartu jaminan...

Bidan Sri Isbandiyah, Pengabdian Tanpa Batas Waktu

BIDAN Sri Isbandiyah bekerja dengan hati nurani. Tak mengenal waktu siang, sore, maupun malam hari,  wanita 60 tahun ini melayani masyarakat dari kampung ke...

Pelni Kucurkan Dana Rp 1,4 M

SEMARANG-PT Pelni (Persero) melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), menyalurkan dana kemitraan sebesar Rp 1,4 miliar kepada 40 petani tambak di wilayah Demak...