31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Hujan, Harga Cabai Diprediksi Tetap Tinggi

WONOSOBO – Sejumlah pedagang sayur pasar induk memprediksi, harga cabai akan terus tinggi selama awal 2017 ini. Faktor cuaca yang sudah masuk musim penghujan akan membuat panen cabai tidak akan banyak dan stok ke pasar akan berkurang.

Mukhotimah, pedagang cabai yang kebetulan suaminya juga bertani cabai mengatakan, tanaman cabai sangat rentan cuaca. Apabila terus menerus diguyur hujan, tanaman cabai akan mudah diserang berbagai penyakit. Karena banyak yang mati, otomatis cabai yang dihasilkan menjadi sedikit.

“Kalau musimnya sama seperti kemarin (hujan sepanjang 2016, red), kemungkinan harga cabai turun kayaknya susah. Malahan ada kemungkinan terus naik,” kata perempuan asal Karangtengah Tumenggungan itu.

Harga cabai di Pasar Induk Wonosobo saat ini masih cukup tinggi untuk jenis cabai setan yang mencapai Rp 100 ribu per kilogram. Sementara harga cabai rawit Rp 60 ribu per kilogram, keriting merah Rp 55 ribu/kg, keriting hijau Rp 20 ribu/kg dan jenis garung Rp 25 ribu/kg.

“Untuk Wonosobo sih masih untung ada cabai garung yang bisa tahan cuaca. Jadinya bisa dijadikan pilihan ibu-ibu ketika harga cabai lain sudah terlalu mahal,” katanya. Menurutnya, cabai garung jarang dijual ke luar Wonosobo sehingga stok selalu ada.

Pedagang lain, Faidah, 27, mengatakan, kenaikan harga cabai mulai dirasakan sejak Oktober 2016 lalu. Dirincinya, harga cabai sebelum naik untuk cabai keriting merah Rp  25-30 ribu per kilogram, keriting hijau Rp 15 ribu/kg, rawit Rp 30 ribu/kg, cabai setan Rp 50-60 ribu/kg dan garung Rp 20 ribu/kg. “Semuanya naik,” katanya.

Ia juga memperkirakan harga cabai masih tetap tinggi. “Ketika sering hujan petani susah dapat hasil bagus. Tinggal cuacanya nanti gimana,” katanya. (cr2/ton)

 

Latest news

Related news