31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Wonosobo Darurat Siaga Bencana

WONOSOBO – Penduduk di sejumlah wilayah di Wonosobo diminta siaga dalam menghadapi curah hujan yang tinggi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo menetapkan status darurat siaga bencana. Beberapa potensi bencana meliputi pergeseran tanah (land sliding), serta puting beliung dan kebakaran.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD, Prayitno saat ditemui seusai apel darurat bencana di halaman pendopo kabupaten, Senin (23/1), menyebut setidaknya ada 3 desa di 2 kecamatan yang menjadi perhatian khusus pihaknya.

“Desa Ngasinan Kaliwiro, Desa Kaligowong dan Kalidadap di Kecamatan Wadaslintang berpotensi land sliding, alias tanah bergerak cukup besar, sehingga kami waspadai,” jelas Prayitno.

Potensi land sliding di ketiga desa tersebut, masuk kategori besar karena menurut Prayit luasannya mencapai sekitar 7 hektare. Selain itu, curah hujan yang masih cukup tinggi diakui Prayit masih berpotensi menimbulkan longsor di sejumlah wilayah.

“Potensi bencana lain, seperti kebakaran dan angin puting beliung juga saya nilai masih harus diperhatikan secara serius,” ungkapnya.

Melalui apel siaga bencana yang melibatkan lintas unsur seperti TNI, kepolisian, Dinas Kesehatan, organisasi relawan bencana tersebut, diharapkan agar koordinasi dalam rangka mewujudkan Wonosobo sebagai kabupaten tangguh bencana, lebih solid.

Permasalahan dan kendala ketika di lapangan saat terjadi bencana, menurut Prayit salah satunya adalah masih seringnya overlapping antarorganisasi. “Dengan adanya apel bersama ini, saya berharap kendala itu bisa teratasi karena semua berkumpul. Termasuk peralatan dan perlengkapan juga bisa dilihat sejauh mana fungsi dan kesiapannya apabila sewaktu-waktu harus digunakan,” tegasnya.

Harapan yang sama juga dikatakan Dandim 0707 Wonosobo, Letkol CZI Dwi Hariyono dan Wakapolres Kompol Christian Aer. Menurut Dandim, selain untuk cek peralatan siaga bencana, apel bersama juga menjadi media strategis bagi para relawan dan jajaran BPBD serta TNI-Polri untuk saling berkoordinasi. Sehingga ketika harus terjun ke lapangan saat terjadi musibah, sudah paham tugas dan tempat masing-masing.

Apel siaga bencana tersebut disebut wakapolres untuk memastikan sejauh mana peralatan yang biasa digunakan dalam penanggulangan bencana berfungsi dengan baik.

Kesiagaan lintas unsur demi menanggulangi bencana, diapresiasi Bupati Wonosobo, Eko Purnomo. Dalam sambutannya pada apel tersebut, bupati menyampaikan terimakasih kepada jajaran BPBD, TNI, Polri maupun unsur relawan dari berbagai organisasi nonpemerintah. (ali/lis)

Latest news

Related news