31 C
Semarang
Jumat, 14 Mei 2021

Jangan Sampai Terulang Lagi

SEMARANG – Lebih dua tahun tidak bisa berkecimpung di dunia sepak bola akibat skandal fenomenal sepak bola gajah tahun 2014 silam, 13 punggawa PSIS akhirnya mendapat kepastian untuk kembali merumput. Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi memberikan ampunan kepada mereka.

Melalui Surat Keputusan Ketua Umum PSSI No 009/Kep/PK-PSSI/I/2017 tertanggal 10 Januari 2017 induk organisasi sepak bola di Indonesia itu akhirnya memulihkan status 10 pemain serta 3 ofisial PSIS. Ke-10 pemain tersebut adalah Saptono, Sunar Sulaiman, Anam Syahrul, Taufik Hidayat, Andik Rahmat, Eli Nasoka, Vidi Hasiholan, Franky Mahendra dan dua legiun asing Ronald Fagundez dan Julio Alcorse. Sedangkan tiga ofisial yang sebelumnya terhukum yaitu pelatih Eko Riyadi dan dua asisten Dwi Setiawan serta Budi Cipto juga turut mendapat ampunan. “Sebelumnya kami mengajukan permohonan peninjauan kembali kepada PSSI secara bersamaan. Untuk tahap pertama ini sebanyak 13 pemain dan ofisial bisa dipulihkan statusnya dan bisa kembali beraktivitas di dunia sepak bola,” kata Direktur Umum PSIS, Kairul Anwar.

Dari 13 punggawa tersebut, tiga ofisial yaitu Eko Riyadi, Dwi Setiawan serta Budi Cipto saat ini masih bergabung dengan tim menjadi asisten pelatih di mana kursi pelatih kepala saat ini dipegang oleh Subangkit. Sedangkan untuk pemain, dari 10 pemain tersebut, dua di antaranya yaitu Taufik Hidayat dan Frangky Mahendra telah memperpanjang kontrak dengan tim berjuluk Mahesa Jenar tersebut.

Direktur Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho menambahkan, setelah terbebas hukuman, sebenarnya para pemain dan ofisial tersebut bebas menentukan pilihan tim. Keputusan untuk kembali bergabung bersama PSIS sepenuhnya menjadi pilihan masing-masing pemain serta disesuaikan dengan kebutuhan Subangkit sebagai pelatih. “Apalagi karena sekarang ada aturan pembatasan usia tentu akan banyak pertimbangan pelatih. Namun yang terpenting sekarang pemain-pemain yang sebelumnya terhukum bisa kembali mencari nafkah di sepak bola, entah itu nantinya di tim PSIS atau tidak,” beber Agung.

Ditemui di tempat yang sama, Eli Nasoka mengaku lega dengan dipulihkannya status terhukum tersebut, setelah selama dua tahun empat bulan pihaknya dihantui ketidakjelasan setatusnya sebagai pemain sepak bola. “Selama ini paling kami sekedar bisa cari uang melalui turnamen tarkam,” tegas mantan gelandang Jateng di PON Riau 2012 itu.

Sementara Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi ditemui beberapa waktu lalu menyatakan dukungannya untuk PSIS. Menurutnya, PSIS sebagai tim kebanggaan Kota Semarang sudah seharusnya bisa naik “derajat” dengan berkecimpung di liga tertinggi yakni ISL. Terkait dengan kabar dibebaskannya para pemain dan pelatih dari hukuman PSSI, dia mewanti-wanti agar kejadian sepak bola gajah tersebut tidak terulang lagi. “Saya mendukung sepenuhnya PSIS di bawah kepemimpinan manajemen sekarang untuk bisa promosi ke ISL. Tapi skandal sepak bola gajah harus jadi pelajaran berharga, jangan sampai terulang lagi di kemudian hari,” tandas pria yang akrab disapa Hendi ini. (bas/smu)

Latest news

Related news