Robohkan Rumah, Tumbangkan Pepohonan

  • Bagikan

KAJEN–Hujan lebat disertai angin puting beliung yang menerjang wilayah Kabupaten Pekalongan, Minggu malam (22/1) kemarin, mengakibatkan satu rumah roboh milik keluarga Fauzi, 48, warga RT 2 RW 1 Desa Salakbrojo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan dan puluhan rumah lainnya rusak, serta banyak pepohonan bertumbangan di sepanjang Jalan Kedungwuni dan Wonopringgo.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Bambang Djatmiko mengungkapkan bahwa bencana alam berupa angin puting beliung tidak hanya merobohkan satu rumah di Desa Salakbrojo, namun juga sebuah rumah di Desa Kertijayan Kecamatan Buaran juga roboh lantaran tertimpa pohon roboh.

Menurutnya, beberapa rumah warga yang terkena angin puting beliung, hanya mengalami rusak ringan ada di Kecamatan Buaran, Kedungwuni dan Wonopringgo. Selebihnya pohon tumbang dan papan reklame yang patah, hingga menghalangi jalan di Desa Podo, Kecamatan Kedungwuni.

“Hanya satu rumah yang roboh dan rata dengan tanah, yakni milik Fauzi, di Desa Salakbrojo, Kedungwuni, selebihnya hanya rusak ringan,” ungkap Bambang.

Sementara itu, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, Senin (23/1) kemarin, langsung meninjau lokasi musibah angin puting beliung di Desa Salakbrojo, khususnya rumah milik Fauzi yang roboh dan rata dengan tanah.

Bupati berjanji akan membantu memberikan material, sesuai dengan kebutuhan untuk membangun rumah sederhana yang roboh. Namun sebelumnya Pemkab Pekalongan akan menghitung kebutuhan rumah tersebut, sesuai dengan SOP bantuan bergulir dari melalui APBD Kabupaten Pekalongan.

“Pemkab Pekalongan akan membantu penuh material yang dibutuhkan. Tapi saya minta ada gotong royong dari masyarakat setempat untuk membangun rumah yang roboh ini,” kata Bupati Asip.

Bupati Asip juga menegaskan bahwa bantuan tersebut sekaligus untuk menumbuhkan kembali budaya gotong royong dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat di sekitar bencana. Pemkab Pekalongan akan memberikan stimulus bantuan dari APBD yang besarnya disesuaikan dengan indeks yang telah ditetapkan.

Menurutnya, pola gotong royong akan dijadikan SOP (Standar Operasional Proyek) untuk penanganan bencana rumah roboh, khususnya untuk warga kurang mampu. Sehingga harus dibantu dengan total, dengan syarat ada sinergi antara kekuatan masyarakat, desa dan juga Pemkab Pekalongan.

“Tidak menutup kemungkinan, bantuan dari pihak lain. Kami juga menunggu, karena sekali lagi esensinya adalah bagaimana kita menghidupkan kembali spirit gotong royong di seluruh elemen masyarakat. Yakni gerakan Ayo Bangun Rumah Sendiri adalah kolaborasi antara Pemkab Pekalongan dengan masyarakat,” tegas Bupati Asip. (thd/ida)

  • Bagikan