31 C
Semarang
Senin, 10 Mei 2021

Kodim Selidiki Terduga Teroris Kendal

KENDAL—Kabar adanya dugaan salah warga Kendal yang diduga terlibat dalam aktivitas jaringan Islamic State of Irac and Syiria (ISIS) langsung direspon oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 0715 Kendal. Yakni dengan mencari tahu keberadaan keluarga dan tempat tinggal terduga teroris.

Seperti diketahui Mabes Polri Densus 88 mengamankan 17 WNI yang berasal dari Syiria di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Sabtu (21/1) lalu. Dari 17 tersebut, ada beberapa di antaranya adalah warga Desa Poncorejo, Kecamatan Gemuh, Kendal. Salah satu informasi yang dihimpun, keluarga terduga terlibat jaringan ISIS berinisial MSR.

Mendapatkan informasi tersebut, Kodim Kendal langsung melakukan pencarian mengenai tempat tinggal, saudara dan kerabat MSR. Pencarian dilakukan selain memastikan juga untuk monitoring, apakah memang lingkungan sekitar sudah termasuki aktivitas jaringan teroris.

“Kami akan dalami keluarganya (MSR, Red), hubungan kekerabatan. Ya, semaksimal mungkin yang kami bisa,” ujar Komandan Kodim 0717 Kendal, Letkol Inf. Piter Dwi Aryanto, kemarin (23/1).

Sebab selama ini, daerah tersebut menurutnya justru minim kabar adanya kelompok-kelompok tertentu. Atau yang masuk kelompok Islam radikal. Justru di Kendal ini yang rawan dimasuki kelompok Islam garis keras dan radikal adalah di luar Kecamatan Gemuh.

“Setahu saya, dari pemantauan yang dilakukan anggota, titik sebaran daerah yang rawan teroris justru berada di Sukorejo, Weleri dan sekitarnya. Karena dua daerah ini, dari sisi geografis sangat strategis. Berada di titik pertemuan atau perbatasan wilayah. Sehingga kerap jadi muara persinggahan kelompok-kelompok garis keras,” jelasnya.

Alasan lain yang cukup kuat, yakni masyarakat di wilayah Weleri tersebut cukup heterogen. Sehingga sulit untuk kenal benar satu sama lain, karena cenderung cuek sesama tetangga dan lingkungan sekitarnya. Sehingga memudahkan satu kelompok termasuk teroris berkembang.

Sedangkan untuk wilayah Sukorejo, relatif jauh dari pusat perkotaan dan pemerintahan. Daerah-daerahnya dinilai relatif aman untuk jadi tempat singgah, persembunyian dan perkembangan kelompok teroris.

Sementara dari hasil identifikasi, Koramil 06 Gemuh, belum menemukan warga yang bernama MSR. “Dari hasil penelitian data kependudukan dan data Pemilu di Desa Poncorejo dan Desa Pucangrejo, tidak ada yang ditemukan warga bernama MSR,” kata Danramil 06 Gemuh, Eko Budi.

Ia menjelaskan, memang ada nama warganya yang bernama MSR. Namun yang bersangkutan sudah lama pindah dan menetap di Batam, Kepulauan Riau. “Ya ada namanya, tapi sudah 10 tahun lebih menetap di Batam,” jelasnya. (bud/ida)

Latest news

Related news