31 C
Semarang
Senin, 10 Mei 2021

Anggota Polrestabes Semarang Diburu

SEMARANG – Seorang anggota Polrestabes Semarang diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan total lebih dari Rp 600 juta. Saat ini, oknum tersebut telah diburu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang Senin (23/1) kemarin, oknum tersebut bernama Bripka Heri Jatmiko, anggota Kompi III Unit Dalmas Satuan Sabhara Polrestabes Semarang.

Oknum ini telah dilaporkan oleh masyarakat terkait dugaan penipuan dan penggelapan mobil rental dan kendaraan roda dua. Modusnya meminjam di rental namun digadaikan ke orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Rata-rata, mobil yang digelapkan dengan kisaran Rp 20 juta sampai Rp 30 juta. Sedangkan jumlah total uang mencapai Rp 600 juta lebih. Sementara, laporan yang masuk di Polrestabes Semarang secara resmi telah tercatat sebanyak empat laporan terhitung mulai sejak 2016 sampai 2017 ini. Terakhir, laporan yang masuk di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang atas nama Hendri Prasetyo, warga Dinarmas Tembalang, Sabtu (14/1) kemarin. Heri Jatmiko dilaporkan terkait dugaan penipuan dan penggelapan berupa 1 unit sepeda motor Honda Revo bernopol H 6445 WN serta uang tunai Rp 500 ribu.

Menanggapi hal tersebut, Kasi Propam Polrestabes Semarang Kompol I Ketut Rahman menjelaskan kasus ini telah ditangani oleh pihak kepolisian Polrestabes Semarang. Bahkan, oknum ini juga telah dipanggil Propam untuk menjalani sidang disiplin pada Rabu (18/1) kemarin. Namun bersangkutan tidak hadir.

”Bersangkutan tidak hadir saat dipanggil untuk disidang Propam. Berkas sudah siap, ditunggu, namun juga tidak datang. Akhirnya sidang kami tunda,” ungkapnya.

Meskipun tidak hadir, petugas terus mencari oknum tersebut. Namun sampai sejauh ini yang bersangkutan tidak masuk dinas di Polrestabes Semarang. ”Diduga sudah lari, dicari di barak juga sudah tidak ada. Dulu juga pernah disidang dengan kasus yang sama,” jelasnya.

Menanggapi sanksi yang diberikan kepada oknum tersebut, Ketut menjelaskan akan melihat hasil persidangan. ”Nanti kita lihat prosesnya dulu. Laporan ini kan keterangannya masih sepihak, dari korbannya,” katanya.

Sementara, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji juga membenarkan adanya kejadian tersebut. Oknum tersebut tersandung kasus penipuan dan penggelapan.

”Korban sudah cukup banyak, mobil sama motor. Ini masih ditangani Satreskrim,” ungkapnya.

Abiyoso menambahkan, meskipun oknum tersebut telah melarikan diri namun tetap terus dikejar. Ditangkap dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. ”Sudah meresahkan masyarakat. Semakin lari semakin memudahkan kita untuk mencari,” jelasnya. (mha/zal/ce1)

Latest news

Related news