31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Pengembangan Karimunjawa Berkonsep Ecotourism

SEMARANG – Destinasi wisata andalan Jawa Tengah, Kepulauan Karimunjawa akan dikembangkan dengan konsep ecotourism. Sejumlah fasilitas akan dibangun di objek wisata di Kabupaten Jepara tersebut. Di antaranya pembangunan gardu pandang dengan dana alokasi khusus (DAK) pusat sebesar Rp 3,350 miliar.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Jawa Tengah, Prambudi Trajutrisno mengatakan konsep ecotourism yang diterapkan di Karimunjawa sesuai dengan studi yang telah dilakukan. Karimunjawa menjadi salah satu kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) yang akan dikembangkan pemerintah pusat. ”Pelan-pelan akan dibenahi. Mulai dari akses, amenitas, hingga atraksi. Konsep pengembangannya terkait pelestarian lingkungan dan sifatnya bukan mass tourism,” katanya.

Dia menambahkan, DAK sebesar Rp 3,350 miliar akan digunakan untuk membangun gardu pandang di lahan milik pemprov. Dari gardu pandang tersebut, nantinya pengunjung bisa menikmati panorama dari atas dengan pandangan 360 derajat. Dia berharap pengembangan bisa dimulai tahun depan.

Fasilitas lain yang akan dibangun adalah dermaga yacht dan bengkel khusus kapal. Selain itu akan dilakukan penataan sistem listrik, fasilitas air bersih, serta pengelolaan sampah dengan membuat bank sampah.

Pihaknya juga akan mengembangkan sport tourism seperti wisata gowes, diving, treking, hingga lomba memancing. Sejumlah event tetap seperti Sail Karimunjawa dan dukungan atraksi lain juga akan dipertahankan. Tak lupa pendampingan terhadap kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang ada. ”Untuk Pokdarwis di sana sudah mulai sadar wisata. Namun terkait Sapta Pesona masih perlu didorong lagi,” ujarnya.

Terkait akses, Prambudi mengatakan saat ini sudah lebih baik. Karimunjawa bisa dicapai melalui Semarang, Kendal, dan Jepara. Wisatawan yang berangkat dari Semarang dapat menggunakan kapal laut maupun pesawat terbang. Sedangkan untuk kendala cuaca saat ombak tinggi, kini sudah bisa diatasi dengan dioperasikannya kapal Pelni. ”Nantinya akan dibangun dermaga yang bisa disinggahi kapal berukuran besar sehingga Karimunjawa bisa dikunjungi sepanjang tahun,” tandasnya. (ric/ce1)

Latest news

Related news